logo rilis
Libur Lebaran Momen Genjot Ekomomi Keratif Daerah
Kontributor

20 April 2018, 00:17 WIB
Libur Lebaran Momen Genjot Ekomomi Keratif Daerah
Suasana Stasiun Senen, Kereta Api, Mudik. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah, menilai keputusan pemerintah menambah libur lebaran dari tanggal 11-20 Juni 2018 harus dimanfaatkan untuk menggenjot ekonomi kreatif. Momentum ini, harus ditangkap pemerintah daerah dan stakeholder ekonomi kreatif.

Ia mengatakan, libur panjang lebaran harus disambut dengan positif untuk meningkatkan geliat perekonomian di daerah.

“Saya menyambut positif penambahan libur lebaran tahun ini. Ini harus dijadikan momentum menggenjot ekonomi kreatif di daerah. Lebaran momentum orang kota pulang kampung ke daerah,” kata Anang dikutip dari laman www.dpr.go.id, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Politisi PAN ini berujar, tidak sependapat dengan anggapan bila liburan panjang lebaran akan menurunkan produktifitas perekonomian. Menurut dia, momentum libur lebaran, justru menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan ekonomi kreatif di daerah.

“Daerah harus memperkuat sektor pariwisata dan sektor kuliner saat momentum lebaran. Saatnya daerah memaksimalkan momentum ini dengan perkuat fasilitas dan pelayanan di tempat wisata dan kuliner,” papar Anang. 

Menurutnya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta stakholder kreatif di daerah harus menyiapkan secara maksimal untuk menyambut kehadiran para pemudik, dengan menawarkan program-program terobosan.

“Misalnya, program diskon tiket moda transportasi selama lebaran khusus ke daerah, atau diskon hotel-hotel di daerah. Tujuannya agar liburan panjang ini memberi dampak positif bagi daerah. Ekonomi kreatif akan terangkat,” saran Anang. 

Lebih lanjut, ia mengatakan, data penyebaran ekonomi kreatif tahun 2016 menunjukkan pertumbuhan ekraf di daerah tidak merata secara nasional. Menurut dia, hanya lima provinsi yang mengalami pertumbuhan di atas 10 persen yakni Jawa Barat (33,56 persen), Jawa Timur (20,85 persen), Banten (15,66 persen), Jawa Tengah (14,02 persen), dan Jakarta (10,50 persen). 

“Momentum liburan lebaran ini harus dimanfaatkan untuk menggenjot pertumbuhan ekraf di daerah. Sektor pariwisata dan kuliner harus dimaksimalkan,” ujar Anang.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID