logo rilis
Libatkan Perempuan dan Anak Bagian dari Strategi Kelompok Teroris
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
14 Mei 2018, 15:47 WIB
Libatkan Perempuan dan Anak Bagian dari Strategi Kelompok Teroris
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Sosiolog Universitas Nasional, Sigit Rochadi, menjelaskan, dilibatkannya perempuan dan anak-anak dalam aksi teror adalah bagian dari strategi kelompok teroris. Salah satunya, kata dia, untuk memberikan kesan kepada publik bahwa situasi saat ini memang sedang genting. 

"Bagi pelaku, keterlibatan perempuan dan anak ditujukan untuk meyakinkan publik bahwa situasinya sudah demikian genting," kata Sigit kepada rilis.id, Senin (14/5/2018). 

Sigit menilai, anak-anak adalah korban dari otoritas orang tua yang melibatkannya dalam aksi kekerasan. Sehingga, lanjut dia, anak-anak itu tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti kehendak dari orang tua mereka. 

"Jadi, perempuan dan anak sesungguhnya korban," ujarnya. 

Dia menambahkan, dilibatkannya anak-anak oleh orang tua dalam aksi teror itu juga bagian dari keyakinan dan ideologi mereka. Yakni, untuk memantapkan dan menegaskan bahwa jalan yang mereka pilih adalah sebuah kebenaran. 

"Untuk menunjukkan tekad mereka atau keyakinan mereka akan jalan yang mereka tempuh," tandasnya. 
 

Editor: Sukma Alam


500
komentar (0)