logo rilis
Lewat Teknologi Budena, Kebutuhan Kedelai Nasional Bisa Terpenuhi
Kontributor
Intan Nirmala Sari
09 April 2018, 15:39 WIB
Lewat Teknologi Budena, Kebutuhan Kedelai Nasional Bisa Terpenuhi
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Selain padi dan jagung, kedelai juga salah satu komoditi pangan utama Indonesia yang harus dipenuhi kebutuhannya. Setiap tahunnya, kebutuhan terhadap komoditas kedelai terus meningkat, sedangkan produksi dalam negeri masih rendah. Setiap tahunnya, negara hanya mampu memproduksi kedelai sebanyak 2,4 juta ton atau hanya me-cover 50 persen total kebutuhan nasional. 

Masih minimnya produksi tersebut, dikarenakan beberapa permasalahan produksi kedelai dalam negeri, yaitu semakin berkurangnya luas lahan areal tanam kedelai dan tingkat produktivitas yang rendah. Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), dengan berbagai upaya terus berinovasi untuk meningkatkan produksi kedelai nasional dengan memanfaatkan lahan perkebunan atau lahan Perhutani. Hal tersebut, dilakukan karena lahan subur untuk perluasan areal kedelai semakin menyempit. Balitkabi mulai mengembangkan pertanaman kedelai di bawah tegakan tanaman perkebunan dan tanaman hutan.

BUDENA (Budi Daya Kedelai di Bawah Naungan) adalah sistem pengembangan kedelai di bawah tegakan atau tumpangsari dengan tanaman pangan lain, yang diharapkan menjadi alternatif andalan untuk meningkatkan produksi kedelai nasional yang masih sangat rendah. Dalam sistem ini, varietas yang digunakan adalah varietas khusus yang tahan naungan.

Saat ini, pengembangan BUDENA oleh Balitkabi sedang dilakukan di Mojokerto, dengan luas areal 40 hektare pada kawasan hutan kayu putih, dengan menggunakan 4 VUB (Dena1, Dega 1, Anjasmoro dan Argomulyo). Pengembangan kedelai dengan sistem BUDENA tersebut, diperkirakan mampu menciptakan rata-rata produksi per hektar mencapai 2,0-2,5 ton.

Adapun manfaat lain dari pengembangan kedelai dengan sistem BUDENA, selain meningkatkan produksi dan menambah areal tanam, tanaman kedelai mampu meningkatkan kesuburan tanah akibat kerja bintil akar mengikat N dari udara. Kemudian, Bintil akar kedelai teringgal di dalam tanah dan menjadi penyubur tanah. 

Sumber: RTPH/UJE/LEN/Humas Balitbangtan


komentar (0)