logo rilis
Legislator: Tindak Tegas Agen Elpiji Nakal Jelang lebaran
Kontributor
Kurniati
07 Juni 2018, 12:25 WIB
Legislator: Tindak Tegas Agen Elpiji Nakal Jelang lebaran
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi VII DPR, Andi Yulianis Paris, meminta pemerintah memberikan sanksi lebih tegas, kepada agen-agen elpiji nakal guna mencegah kelangkaan elpiji khususnya tabung tiga kg bersubsidi di berbagai daerah pada Lebaran 2018.

"Salah satu hal yang dicemaskan adalah konsumsi elpiji akan meningkat baik selama masa Lebaran," katanya di Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Untuk itu, ujar dia, PT Pertamina (Persero) diharapkan betul-betul mengawasi agen serta memberikan sanksi tegas, kepada agen nakal seperti yang mengoplos elpiji subsidi ke nonsubsidi.

"Ini yang tidak kami inginkan. Karena kasihan rakyat yang seharusnya mendapatkan elpiji subsidi tidak mendapatkannya," katanya.

Andi juga menginginkan, pemerintah benar-benar memperhatikan stok elpiji tiga kilogram agar tidak terjadi kelangkaan menjelang Lebaran atau momen penting lain.

"Kami mendorong pemerintah untuk memperhatikan hal ini sebaik-baiknya agar tidak terjadi kelangkaan mendekati hari raya Idul Fitri," kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Menurut dia, setiap tahun di berbagai daerah selalu terjadi kelangkaan elpiji yang entah karena apakah barangnya benar-benar tidak ada atau karena distribusinya tidak tepat sasaran.

Ia berpendapat, kelangkaan elpiji bersubsidi tersebut kerap menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat. 

Hal tersebut, lanjutnya, karena di tingkat penyalur pertama yaitu stasiun pengisian elpiji dinyatakan tidak kekurangan stok, begitu pula di pangkalan besar.

Namun, ucapnya, di tingkat pangkalan atau eceran ternyata ada kelangkaan.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Rini M Soemarno mengatakan pemerintah terus memantau dan memastikan ketersediaan BBM dan elpiji bagi masyarakat dan pemudik cukup selama Ramadan dan Idul Fitri 2018.

Pertamina juga dilaporkan telah mengantisipasi puncak atau lonjakan kebutuhan elpiji selama Ramadan dan Lebaran 2018 sebesar 17 persen dari kondisi normal.

Vice President Gas Domestik Pertamina, Kusnendar, memproyeksi kenaikan permintaan elpiji pada puncaknya terjadi pada H-7 Lebaran mencapai 27.000 metrik ton dari kondisi normal 23.124 metrik ton.

Kusnendar menjelaskan, Pertamina pada masa Satgas Lebaran menambah stok dan penyaluran elpiji sebanyak empat persen dari kondisi normal 23.124 metrik ton menjadi 24.113 metrik ton.

Menurut dia, pengalaman 2017, kenaikan permintaan elpiji rata-rata pada Ramadhan dan Lebaran mencapai tiga persen.

"Namun sebagai antisipasi, Pertamina menambah pasokan sebesar empat persen dari biasanya," tambah Kusnendar. 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)