logo rilis

Legislator Golkar Imbau Masyarakat Jangan Intimidasi Wanita Bercadar
Kontributor

30 Mei 2018, 10:32 WIB
Legislator Golkar Imbau Masyarakat Jangan Intimidasi Wanita Bercadar
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Palu— Ketua DPRD Kota Palu H. Ishak Cae meminta semua pihak untuk menghormati dan tidak mengintimidasi perempuan yang menggunakan cadar, karena penggunaan cadar tidak ada kaitannya dengan terorisme.

"Cadar itu bagian dari ajaran agama Islam. Orang yang menjalankan perintah agama jangan dilarang dan diintimidasi," katanya saat dihubungi di Palu, Rabu (30/5/2018).

Ia mengemukakan, penegasannya itu terkait peristiwa intimidasi terhadap wanita bercadar yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia pascaaksi terorisme di Jawa Timur.

Menurut politisi Partai Golkar itu, aksi terorisme yang terjadi di Kota Surabaya dan Sidoarjo tidak ada kaitannya dengan wanita yang mengenakan cadar. Peristiwa tersebut murni aksi teror yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan membawa-bawa agama tertentu.

Menurutnya, ulah oknum yang mengintimidasi hingga memaksa wanita yang mengenakan cadar untuk melepas cadarnya itu merupakan tindakan intoleran.

"Itu kan namanya intoleran. Tidak menghargai toleransi antarumat beragama," kata dia dan berharap kejadian seperti itu tidak terjadi di Kota Palu.

Ishak mengimbau Warga Palu untuk menjaga keharmonisan hubungan antarumat beragama terlebih pada bulan suci ramadan ini.

"Kita harus saling menguatkan. Negara pun menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama dalam mengamalkan ajaran agama masing-masing," ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Palu Hidayat meminta para mubalig yang tergabung dalam tim silaturahmi Ramadan agar memberikan pesan-pesan perdamaian dan toleransi serta pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait aksi-aksi terorisme akhir-akhir ini.

"Tentunya para mubalig sampaikan bahwa peristiwa terorisme yang saat ini terjadi itu bukan perbuatan umat Islam. Kita sepakat bahwa itu perbuatan di luar peri kemanusiaan," ujar Hidayat.

Dengan begitu, kata Hidayat lagi, warga Kota Palu dan umat Islam yang wawasan keislamannya masih minim dapat bertambah dan tercerahkan lewat ceramah agama yang disampaikan para mubalig.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)