logo rilis

Legislator asal PDIP Siap Gajinya Dipotong demi Utang Negara
Kontributor
Nailin In Saroh
27 Mei 2018, 11:15 WIB
Legislator asal PDIP Siap Gajinya Dipotong demi Utang Negara
Kompleks Parlemen Senayan. FOTO: RILIS.ID/Ridwan

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP, Darmadi Durianto, menilai, Indonesia perlu meniru kebijakan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, dengan memangkas 10 persen gaji menteri untuk mengurangi utang negara.

Selain itu, dirinya mengaku siap ikuti jejak sejumlah anggota parlemen Malaysia dengan mengalokasikan sebagian gajinya untuk membayar utang negara. Menurutnya, hal tersebut sebagai wujud kecintaan terhadap Tanah Air.

"Saya siap kok gaji saya dipotong untuk bayar utang negara," ujar Darmadi di Jakarta, Minggu (27/5/2018).

Menurut Darmadi, wakil rakyat harusnya menjadi role model bagi semua pihak. Sebab, kata dia, masalah negara adalah masalah warga Indonesia sehingga perlu diselesaikan secara bersama.

"Ketimbang gaduh dan tak selesaikan masalah, sebaiknya saling bergandengan tangan. Wakil rakyat harus jadi garda terdepan, jangan apatis terhadap persoalan bangsa dan negara. Jangan lah kita wakil rakyat selalu mengumbar kemewahan di tengah banyaknya rakyat yang masih susah. Malu kita," jelas Legislator DKI Jakarta ini.

Darmadi menegaskan, persoalan utang negara tentu tidak bisa diselesaikan oleh satu rezim pemerintahan saja. Untuk itu, ini saatnya semua elemen bangsa membicarakan solusi terbaik dalam menghadapi persoalan utang negara.

"Saya kira dari rezim ke rezim akan terus dibebani utang. Intinya saya siap gaungkan apa yang digaungkan anggota parlemen Malaysia. Dengan kita urunan bukan berarti juga pemerintah tidak sanggup bayar utang tapi ini lebih kepada upaya saling sinergitas antar elemen bangsa," ungkap Bendahara Megawati Institute itu.

Dari pada gaduh, tambah Darmadi, sebaiknya rakyat bersatu padu dengan pemerintah menyelesaikan persoalan termasuk soal utang negara. Walaupun, diakuinya, pemotongan gaji tidak signifikan dalam menurunkan hutang.

"Tetapi didalamnya terkandung gerakan moral serta wujud dari empati dan kepedulian kita sebagai wakil rakyat terhadap nasib bangsa," pungkasnya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)