logo rilis
Lebih dari 22 Ribu Warga Ghouta Timur Terevakuasi
Kontributor
Syahrain F.
28 Maret 2018, 17:51 WIB
Lebih dari 22 Ribu Warga Ghouta Timur Terevakuasi
Konvoi keenam kendaraan yang membawa warga sipil dan pejuang oposisi dari pinggiran Damaskus Ghouta Timur tiba di provinsi Hama, Suriah pada Rabu (28/32018). FOTO: Anadolu Agency/Enes Diyab 

RILIS.ID, Idlib— Konvoi keenam yang membawa ribuan warga dari Ghouta Timur dilaporkan telah tiba di provinsi Hama, Suriah, pada Rabu (28/3/2018) pagi.

Melansir dari kantor berita Anadolu Agency, evakuasi di daerah-daerah Ghouta Timur seperti Arbin, Zamalka dan Ein Tarma masih terus berlanjut.

Konvoi tersebut mencakup empat kendaraan medis dan 57 bus yang membawa 3.241 orang, termasuk korban luka-luka, pasien, dan anggota oposisi militer.

Konvoi tersebut dilaporkan juga membawa korban luka yang berada dalam kondisi kritis.

Dari Hama, konvoi diperkirakan akan menuju tempat penampungan sementara di barat Aleppo dan Idlib yang dikuasai kelompok oposisi penentang rezim Bashar al-Assad.

Dari evakuasi pertama hingga saat ini, sebanyak 22 ribu orang berhasil keluar dari Ghouta Timur.

Sementara evakuasi berlanjut, distrik Duma di Ghouta Timur, di mana rezim dan pendukungnya telah membunuh ribuan orang masih berada dalam pengepungan.

Sebelum Evakuasi
Rezim Assad dan pendukungnya, dengan dukungan udara dari Rusia, pada 19 Februari memulai operasi untuk merebut wilayah Ghouta Timur yang dikuasai pihak oposisi.

Sejak saat itu, rezim dan pesawat-pesawat tempur Rusia semakin mengintensifkan serangan darat dan udara ke wilayah yang dihuni sekitar 400 ribu penduduk itu.

Serangan-serangan tersebut telah menewaskan banyak warga sipil, sementara ribuan lainnya yang kehilangan rumah dan terus menjadi sasaran serangan bertubi-bertubi terpaksa melarikan diri ke persembunyian bawah tanah.

Dewan Keamanan PBB pada 24 Februari mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan gencatan senjata. Meski begitu, kematian warga sipil akibat serangan rezim dan pendukungnya terus berlanjut, upaya internasional tidak membuahkan hasil.

Selain itu, Rusia pada 27 Februari juga mengumumkan telah memulai gencatan senjata selama lima jam setiap harinya. Rusia menyatakan rezim Assad akan mengikuti gencatan senjata tersebut.

Namun, meski telah ada resolusi PBB dan keputusan gencatan senjata Rusia, pasukan rezim tetap tidak menghentikan serangan dan memulai operasi darat ke Ghouta Timur sejak 3 Maret. Rezim terus membombardir permukiman sipil.

Pada 11-12 Maret Rezim dan pendukungnya berhasil bergerak maju dari bagian timur ke barat Ghouta Timur dan mengepung distrik Haresta, kemudian membelah Ghouta Timur menjadi tiga bagian.

Sekitar 400 ribu penduduk Ghouta Timur yang dikuasai oposisi telah hidup dalam blokade sejak lima tahun terakhir.

Puluhan ribu orang di Ghouta Timur terpaksa pindah ke wilayah-wilayah yang dikendalikan rezim.


komentar (0)