logo rilis
Lanjutnya Gebrakan Lumbung Pangan Perbatasan Menteri Amran!
Kontributor
Kurniati
05 Juni 2018, 15:10 WIB
Lanjutnya Gebrakan Lumbung Pangan Perbatasan Menteri Amran!
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pertanian terus mendorong pembangunan lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan.

Hal tersebut dimaksudkan sebagai langkah alternatif dalam meningkatkan kesejahteraan petani yang berada di daerah pinggiran yakni perbatasan, sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di berbagai kesempatan.

Kementerian Pertanian, membuat program khusus dan dirancang berbasis kawasan dengan konsep pertanian modern yang didukung oleh inovasi teknologi dan kelembagaan sarana-prasarana produksi, permodalan, serta pengolahan dan pemasaran hasil pertanian melalui pemberdayaan kelompok tani dan kemitraan dengan swasta.

Kepulauan Riau (Kepri) salah satu provinsi yang berbatasan dengan Singapura. Salah satunya di Kabupaten Lingga salah satunya, memiliki potensi menjadi daerah pengekspor.

Permasalahannya, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara tepat dan optimal. Budidaya petani perlu terus didorong dan ditingkatkan melalui optimalisasi lahan, bukaan  lahan baru dan pengadaan alat mesin pertanian. 

Pada tahun 2016, Kementerian Pertanian telah melakukan pencetakan sawah di Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara dan Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga.

Melalui program alokasi cetak sawah dari Ditjen PSP dan bantuan saprodi dari Ditjen Tanaman Pangan (TP) seluas 283 hektare dan mengacu pada pedoman pelaksanaan pengembangan padi Ditjen TP.

Dinas Kabupaten Lingga melakukan kordinasi dan meminta rekomendasi dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kepri tentang teknis budidaya padi di Kabupaten Lingga.  

Kepala BPTP Kepri, Dr. Mizu Istianto, menyatakan Balitbangtan melalui BPTP Kepri melaksanakan percontohan sistem produksi komoditas pangan seluas 10 hektare di Desa Bukit Langkap, Lingga Timur di tahun 2017.  

“Inovasi teknologi yang diintroduksikan adalah penggunaan VUB padi, manajemen tata air, pengapuran, pemupukan organik dan anorganik, serta pengendalian hama penyakit,” papar Mizu.

Melalui keterlibatan peneliti dan penyuluh, BPTP Kepri bekerja tidak hanya sekedar memberikan rekomendasi tetapi juga hadir dalam pengawalan tentang tata cara budi daya padi dan membantu memberikan solusi setiap masalah yang dihadapi petani pemula.

Hasilnya sangat membanggakan, petani bisa panen dan berlanjut sampai saat ini. Hasil ubinan padi yang dilakukan oleh BPTP, Penyuluh Daerah dan BPS Lingga menunjukkan varietas Inpara 2 dan Inpara 5 memberikan hasil masing-masing sebesar 4, 8 dan 3,5 ton per hektare gabah kering panen. 

Keberhasilan penanaman padi tersebut, semakin meningkatkan semangat petani Desa Bukit Langkap untuk melakukan usaha tani padi.

Antusiasme petani juga ditunjukkan dengan pemasaran hasil panen (beras) dalam bentuk kemasan berlabel. Petani yakin, inovasi teknologi mampu membantu keberhasilan mereka dalam budidaya padi di lahan sawah bukaan baru. 

Sebagaimana diketahui budidaya padi merupakan hal baru bagi petani setempat.

Pendampingan inovasi teknologi dan kegiatan penyuluhan harus tetap dilakukan secara bersama-sama mendukung capaian lumbung Pangan di wilayah perbatasan.

Manfaat pendampingan ini, dirasakan sendiri oleh petani.

Misalnya Sudarmin, petani sekaligus Kepala Desa Bukit Langkap yang mengapresiasi pendampingan BPTP. Sejak awal, Sudarmin belajar perpadian.

“Kehadiran BPTP Kepri sangat berarti untuk kami, mulai dari penanganan benih, menanam, memanen manual yang saya pikir sama dengan menebang pohon, sampai pengolahan dan pemasaran saya banyak belajar dari BPTP,” pungkas Sudarmin.

Selain pengawalan budidaya padi di cetak sawah baru, BPTP Kepri menggandeng Balai Penelitian Buah (Balitbu) juga bersiap melakukan pendampingan inovasi teknologi pada pengembangan tanaman hortikultura nusantara seperti jambu, belimbing, jeruk, sirsak, pisang, lengkeng seluas 20 hektare.

 

Sumber: nandang sunandar/Asmarhamsyah/Elya NW


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)