logo rilis

Langkah Nyata Menteri ESDM soal Gas Nasional
Kontributor

02 Mei 2018, 12:54 WIB
Langkah Nyata Menteri ESDM soal Gas Nasional
Presiden Jokowi didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam sebuah acara. FOTO: HUMAS ESDM.

RILIS.ID, Jakarta— Konvensi dan Pameran IPA ke-42 tahun 2018 secara resmi dibuka hari ini oleh Presiden Joko Widodo, dengan didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lgnasius Jonan, Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu (SKK Migas) Amin Sunaryadi, serta Presiden IPA Ronald Gunawan.

Konvensi dan pameran yang tahun ini mengambil tema "Driving Indonesia's Oil and Gas Global Competitiveness" tersebut menggarisbawahi perlunya upaya meningkatkan kembali daya saing sektor hulu migas Indonesia di level global sebagai salah satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh para pemangku kepentingan di sektor ini.

Oleh karena itu, pemerintah terus berusaha untuk melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kemudahan proses bisnis di Indonesia dengan mengurangi jumlah perizinan serta reformasi birokrasi dilakukan demi mendorong investasi di Indonesia.

Diketahui, IPA Convex tahun ini diikuti oleh lebih dari 1.700 peserta konvensi, 118 peserta pameran dari berbagai perwakilan perusahaan, Pemerintah dan asosiasi dari dalam dan luar negeri, dan diperkirakan akan dikunjungi oleh lebih dari 21.000 orang.

Dalam kesempatan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, menggarisbawahi peran industri hulu migas sebagai salah satu kontributor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bahkan di hadapan Presiden Jokowi, ia menyebutkan ada tujuh perusahaan yang akan menandatangani transaksi jual beli gas pada Konvensi dan Pameran IPA 2018.

"Kami melaporkan transaksi signifikan yang akan ditandatangani rencananya pada akhir konvensi ini. Yang pertama adalah transaksi jual beli gas," kata Menteri Jonan dalam sambutan pembukaannya pada acara Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018 di Jakarta, Rabu (2/4/2018).

Jonan menyebutkan ketujuh perusahaan pembeli gas tersebut adalah PT Petrokimia Gresik yang dibeli dari Blok Kangean. Kemudian, perusahaan kedua adalah PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

"Seperti arahan Bapak, bahwa pupuk menjadi prioritas untuk dipasok gas dari nasional," papar dia.

Perusahaan lainnya yang akan menandatangani perjanjian jual beli gas, yakni PT Pertamina EP untuk kepentingan lifting migas, PT Pertamina (Persero) untuk kepentingan kilang.

Selanjutnya, Pertagas untuk kepentingan lifting migas dan kelistrikan di Dumai, PT PGN (Persero) untuk jaringan gas di Kabupaten Banyuasin yang langung dialirkan ke rumah-rumah masyarakat, serta Pertagas Niaga untuk kepentingan industri.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)