logo rilis
Langkah Grab usai Akuisisi Uber
Kontributor
Fatah H Sidik
06 April 2018, 23:46 WIB
Langkah Grab usai Akuisisi Uber
Sejumlah pengemudi ojek online mitra Uber memenuhi Kantor ojek online GOJEK, Kawasan Gunung Sahari, Jakarta, Minggu (1/4/2018). Mereka berpindah aplikator setelah Uber diakuisisi Grab dan berhenti beroperasi 8 April. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Perusahaan transportasi berbasis teknologi, Grab, berencana ekspansi bisnis besar-besaran usai mengakuisisi operasional Uber di Asia Tenggara. Rencananya, Grab merambah sektor asuransi, keuangan mikro, dan layanan keuangan lainnya.

Direktur Pelaksana Grab Indonesia, Ridzki Kamadibrata, menerangkan, pihaknya segera memperkenalkan GrabFinansial di Tanah Air. Layanan itu mencakup pembayaran seluler, keuangan mikro, dan asuransi.

"Hari ini, tiga juta masyarakat Indonesia telah menikmati manfaat dari ekonomi digital melalui kemitraan lokal Grab dengan Kudo, PayTren, dan Madhang," ujarnya via siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Dengan tambahan layanan tersebut, Grab mengklaim menciptakan peluang pendapatan bagi 100 juta wirausaha mikro di Indonesia pada 2020. "Kami yakin, bahwa akuisisi ini akan memberi dampak positif bagi Indonesia, di mana hal ini dapat membantu mengatasi beberapa permasalahan lokal lebih cepat dan dengan cara yang lebih efisien," ucapnya.

Hingga kini, menurut Ridzki, sekitar 75 persen pengemudi Uber di Indonesia telah bermigrasi ke Grab. Diharapkan jumlahnya terus naik. Dengan begitu, kebutuhan transportasi penumpang terpenuhi lebih cepat. Waktu tunggu pun lebih pendek.

"Seiring dengan penggunaan yang kian meningkat, biaya pelayanan juga akan mengalami penurunan. Dan penghematan yang kami lakukan, dapat diberikan baik kepada mitra pengemudi maupun penumpang," tutupnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)