logo rilis
Lambat Ungkap Kasus Century, DPR Anggap Kerja KPK Terlalu Lemah
Kontributor
Nailin In Saroh
12 April 2018, 10:11 WIB
Lambat Ungkap Kasus Century, DPR Anggap Kerja KPK Terlalu Lemah
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil . FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai, kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlalu lemah dalam membongkar kasus skandal Bank Century. Sebab, penanganan terhadap kasus mega korupsi tersebut sangat lama terselesaikan.

"Cara mereka melihat hukum itu lemah, hal itu ditunjukan dengan KPK itu hanya mengandalkan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Cara mereka berpikir, bertindak, dan cara mereka melihat itu menunjukan bahwa mereka itu lemah," ujar Nasir di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

"Saya pikir KPK harus menindaklanjuti itu. Ini harapan masyarakat tentunya, karena kasus Century itu besar," tambahnya.

Menurut Politisi PKS itu, kasus Bank Century melibatkan banyak orang, salah satunya adalah Budi Mulya.

"Yang jelas kasus Bank Century itu besar, konon melibatkan banyak orang. Karena itu kan mereka juga mungkin mengatakan tidak mau sendiri dong, mungkin keluarga Budi Mulya mengingkan agar kasus ini diusut secara tuntas dan adil sehingga tidak hanya memakan korban satu sampai dua orang," tuturnya.

Untuk itu, Legislator asal Aceh ini meminta KPK harus transparan dalam pengungkapan kasus yang merugikan keuangan negara Rp6,742 triliun tersebut.

"KPK harus terbuka dalam kasus ini dan Pengadian Negeri Jakarta Selatan sudah memerintahkan kepada KPK. Dan pertanyaannya adalah, apakah KPK memiliki langkah hukum selanjutnya untuk menindaklanjuti kasus ini," tutupnya.

Sebelumnya, majelis hakim praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memerintahkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan kasus Bank Century. Bahkan, hakim meminta agar lembaga antirasuah itu menetapkan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono sebagai tersangka.

Praperadilan diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terhadap KPK terkait kasus Century. Legal standing MAKI adalah sebagai pihak ketiga yang berkepentingan.

Editor: Elvi R


komentar (0)