logo rilis
Pungli Rp8 Juta, Dua PNS Ditangkap Polda Sumut 
Kontributor
Sukma Alam
12 Mei 2018, 06:02 WIB
Pungli Rp8 Juta, Dua PNS Ditangkap Polda Sumut 
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Medan— Polda Sumatera Utara melakukan operasi tangkap tangan oknum PNS berinisial JLS dan MA, di kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Balai Asahan. PNS itu diduga  melakukan pungutan liar sebesar Rp8 juta kepada kepengurusan surat ukur kapal ikan.

Dir Krimsus Polda Sumut Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan, mengatakan, perbuatan pungutan liar (pungli) yang bertentangan dengan ketentuan hukum. 

Saat itu, menurut dia, seorang pengusaha Koko Suwendi pemilik Kapal KM Jaya Sempurna II dan KM Jaya sempurna II mengurus surat ukur dalam negeri, sertifikat kelaikan, pas besar sementara, dan kepengurusan Grosse Akta ke KSOP Tanjung Balai Asahan, Sumut.

"Namun, oknum PNS KSOP berinisial JLS dan MA melakukan pengutipan uang, dalam kepengurusan surat kapal ikan tersebut, di luar kententuan yang berlaku, sehingga merugikan pengusaha itu," ujarnya di Medan, Jumat (11/5/2018).

Ia mengatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 tanggal 25 Mei 2016 tentang jenis tarif atas jenis penerimaan Negara bukan pajak bahwa tarif yang berlaku pada Kementerian Perhubungan adalah untuk Surat Ukur Dalam negeri sementara GT7 sampai dengan GT35 Rp100.000 Untuk Pas Besar.

Sementara GT7 sampai dengan GT100 Rp150.000. Untuk sertifikat kelaikan dan pengawakan kapal penangkap ikan GT sampai dengan Gt35 Rp75.000 Dan untuk Gross Akta G7 sampai dengan GT100 Rp250.000.

"Dalam hal ini ada ditemukan perbuatan melawan hukum, yakni pungli, pemerasan dengan memaksa seseorang untuk memberikan sesuatu yang dibayar atau menerima pembayaran," ucapnya.

Ia menjelaskan, dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut, Polda Sumut melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi dari pihak KSOP Tanjung Balai Asahan.

Selain itu, juga memeriksa kedua tersangka PNS KSOP Tanjung Balai Asahan, menyita barang bukti uang Rp8 juta dari tersangka JLS dan uang Rp6 juta dari tersangka MA.

Kemudian, juga menyita satu set permohonan surat kapal baru KM Jaya Sempurna II, KM Jaya Sempurna III.Satu lembar surat ukur dalam negeri sementara No 3428/PPb nama KapalJaya Sempurna II, dan dua lembar sertifikat kelaikan dan pengawakan kapal penangkap ikan KM Jaya Sempurna II Mo PL .001/26/3/KSOP.Tba.

"Kedua tersangka itu, dijerat melanggar Pasal 12 huruf E sub Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 e KUH Pidana," katanya.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)