logo rilis

Lahan Rawa Pasang Surut Jadi Lumbung Pangan Kalimantan Utara
Kontributor
Kurnia Syahdan
02 Mei 2018, 11:39 WIB
Lahan Rawa Pasang Surut Jadi Lumbung Pangan Kalimantan Utara
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Lahan rawa pasang surut di kawasan Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara mencapai ribuan hektare sangat potensial untuk pengembangan pertanian. 

Berbagai inovasi teknologi telah tersedia untuk mendongkrak produktivitas lahan rawa, baik yang berasal dari Badan Litbang Pertanian maupun dari lembaga penelitian lainnya. 

Oleh karena itu, dalam rangka mendukung kawasan tersebut menjadi lumbung pangan Kalimantan Utara dan juga Nasional, BPTP Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan pengkajian pengelolaan lahan dan air spesifik lokasi. 

“Lahan rawa pasang surut merupakan salah satu lahan suboptimal yang potensial untuk pengembangan pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat dan daerah," kata Hidayanto, peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Timur yang rajin melakukan penelitian dan pengkajian di lahan suboptimal, baik di Kalimantan Timur maupun di Kalimantan Utara. 

Hidayanto menambahkan, lahan suboptimal terutama lahan rawa pasang surut sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian, karena teknologi telah tersedia dan siap diimplementasikan dengan penyesuaian-penyesuaian atau spesifik lokasi. 

Berbagai kendala harus diatasi agar produktivitas lahan rawa ini dapat dioptimalkan, terutama melalui pengelolaan lahan, pengelolaan air dan berbagai inovasi teknologi spesifik lokasi adaptif lainnya.

Hingga saat ini BPTP Kalimantan Timur masih terus melakukan kegiatan pengkajian pengelolaan lahan dan air di lahan rawa pasang surut di SP-8, Desa Tanjung Buja, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. 

Lokasi pengkajian ini, kata Hidayanto, merupakan kawasan pengembangan pertanian yang telah diprogramkan oleh pemerintah daerah beberapa tahun yang lalu melalui program Rice-Food Estate di Delta Kayan, Kabupatan Bulungan seluas 50.000 hektare.

Hidayanto mengatakan, pengelolaan air sangat diperlukan di lahan rawa pasang surut untuk mengatur air saat pasang dan surut, sehingga akan dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat meningkatan Indeks Pertanaman (IP) padi. 

Di Kawasan Tanjung Buka Kabupaten Bulungan ini, dengan inovasi yang telah diterapkan, IP dapat dinaikkan dari yang semula mayoritas IP 100 menjadi IP 200.

Kawasan Tanjung Buka ini semula dibuka untuk program Transmigrasi tahun 2011-2012. 

Walaupun baru 6 hingga 7 tahun, kelompok tani yang ada di kawasan ini dengan penuh semangat dan motivasi yang tinggi terus mengerjakan lahan garapannya untuk budidaya padi. 

Berbagai kendala yang mereka hadapi terus diatasi dengan penuh semangat untuk menjadikan lahan rawa di kawasan ini sebagai daerah sentra pengembangan pertanian di Kalimantan Utara. 

Semangat gotong royong mereka luar biasa, sehingga akan memudahkan untuk gerakan tanam serempak dan tanam tepat waktu. 

Mereka memerlukan dukungan inovasi teknologi pengelolaan lahan rawa melalui bimbingan yang terus menerus baik dari dinas maupun instansi terkait lainnya. 

Sumber: M. Hidayanto


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)