logo rilis

Lagi, Ribuan Orang Tinggalkan Ghouta Timur
Kontributor
Kurnia Syahdan
28 Maret 2018, 04:34 WIB
Lagi, Ribuan Orang Tinggalkan Ghouta Timur
Anak-anak Suriah yang menunggu evakuasi dari Ghouta Timur. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Ghouta Timur— Ribuan orang meninggalkan Ghouta Timur menuju kawasan pemberontak Suriah, dekat perbatasan dengan Turki pada Selasa (27/3/2018)

Ini merupakan kelompok ketiga berdasarkan perjanjian yang diusulkan oleh Rusia, agar menyerahkan kawasan kantung dekat Damaskus tersebut kepada pemerintah Suriah.

Sebanyak 7.000 orang yang sebagian besar di antara mereka adalah pejuang dan keluarganya, pergi dengan menggunakan 100 bus pada Selasa dini hari, kata Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia. 

Sejumlah bus lagi bergerak ke Ghouta Timur menjelang evakuasi berikutnya.

Para pemberontak meninggalkan Ghouta dalam kelompok-kelompok dengan keluarga mereka sejak Kamis, menerima usul untuk meninggalkan wilayah itu dengan aman menuju kawasan Idlib di bagian barat laut Suriah setelah mereka dihantam dan dipukul mundur akibat serangan sengit oleh tentara Suriah dukungan Rusia.

Hal itu, menandai kekalahan terbesar yang dialami pemberontak melawan Presiden Bashar al-Assad sejak mereka dipukul mundur dari Aleppo Timur pada tahun 2016. 

Para pemberontak mengangkat senjata untuk menggulingkan Presiden Bashar dalam konflik selama tujuh tahun.

"Kami menghadapi dua pilihan, pergi ke Idlib atau berdamai dengan rezim itu," kata Sakhr Yousef, seorang pejuang berusia 24 tahun yang bergabung dengan faksi Failaq al-Rahman ketika ia bersiap meninggalkan Ghouta Timur bersama istri dan empat anaknya.

"Berdamai dengan rezim itu sangat sulit, berdamai dengan mereka yang membom kami bersama Rusia yang kriminal," katanya dalam pesan suara yang dikirim ke Reuters, merujuk kepada pendukung utama Bashar dalam konflik itu.

Para pemberontak yang dievakuasi pada Selasa berangkat dari kota-kota Arbin, Ain Tarma dan Zamalka yang dikuasai pemberontak Failaq al-Rahman. 

Kawasan yang masih dikuasai di Ghouta ialah kota Douma. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan antara 70.000 hingga 78.000 orang yang dikatakannya terperangkap di dalam kota tersebut.

Kelompok Jaish al-Islam yang menguasai Douma sedang dalam pembicaraan dengan Rusia. Hasil dari pembicaraan mereka belum dapat diketahui.

Dengan dukungan Rusia dan Iran, pemerintah telah berulang-ulang memaksa pemberontak untuk menyerahkan kawasan-kawasan dan mundur ke Idlib. 

Kelompok oposisi itu telah menyebut, ini sebuah kebijakan "perubahan demografik" yang bertujuan untuk memaksa para pemberontak keluar dari kota-kota utama Suriah.

Televisi negara, yang bersiaran dari daerah-daerah pinggiran Arbin, memeperlihatkan bus-bus bergerak di sepanajang jalan berdebu melintasi gedung-gedung yang rusak parah.

Seorang koresponden Manar TV milik kelompok Hizbullah, melaporkan untuk mengevakuasi puluhan ribu orang yang telah setuju meninggalkan Arbin, Ain Tarma dan Zamalka diperlukan waktu empat hingga lima hari.

Hizbullah, kelompok bersenjata berat dari Libanon yang didukung Iran, telah bertempur di pihak Bashar dalam perang saudara itu.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)