logo rilis

Lagi-lagi Cabai dan Bawang Jadi Sumber Inflasi
Kontributor

02 April 2018, 19:41 WIB
Lagi-lagi Cabai dan Bawang Jadi Sumber Inflasi
FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pj. Kepala Grup Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan mengatakan, inflasi kelompok volatile food (harga bergejolak) mengalami peningkatan sepanjang Maret 2018. Inflasi volatile food Maret 2018 tercatat sebesar 0,15 persen (month to month/mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 0,10 persen (mtm).

"Utamanya, didorong oleh kenaikan harga aneka cabai dan aneka bawang. Inflasi volatile food terutama bersumber dari komoditas cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit." Junanto di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Angka inflasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata bulan Maret dalam empat tahun terakhir yang mengalami deflasi sebesar 0,35 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi volatile food tercatat sebesar 4,06 persen (year on year/yoy), meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 3,10 persen (yoy).

Sementara itu, inflasi kelompok administered prices (harga yang diatur pemerintah) meningkat, khususnya dari harga energi. Inflasi administered prices pada Maret 2018 mencapai 0,20 persen (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 0,07 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi administered prices tercatat 5,11 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 5,29 persen (yoy).

"Meningkatnya inflasi administered prices terutama didorong oleh penyesuaian harga bensin nonsubsidi, di tengah harga bahan bakar rumah tangga yang mencatat deflasi," jelasnya.

Sebagai mana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Inflasi Maret 2018 sebesar 0,20 persen mtm. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yakni 0,17 persen mtm.

Peningkatan tersebut utamanya dipengaruhi inflasi administered prices dan volatile food yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya, di tengah inflasi inti yang menurun. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK sampai dengan Maret 2018 tercatat 0,99 persen (year to date/ytd), atau secara tahunan sebesar 3,40 persen yoy, meningkat dari Februari 3,18 persen (yoy), namun tetap berada dalam kisaran inflasi Bank Sentral yakni 3,5 ±1,0 persen.

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)