logo rilis

Lagi, Belasan Nisan Salib Dirusak di Magelang
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
02 Januari 2019, 23:00 WIB
Lagi, Belasan Nisan Salib Dirusak di Magelang
Ilustrasi. FOTO: Pixabay.com

RILIS.ID, Magelang— Belasan nisan berbentuk salib di tempat pemakaman umum (TPU) Giriloyo Karet Kota Magelang, Jawa Tengah, dirusak orang tidak dikenal. Menurut penjaga sekaligus petugas kebersihan TPU Giriloyo, Mulyono, nisan salib dari bahan kayu itu tercabut dari makam dengan posisi kayu yang sudah terbelah tidak berbentuk.

Nisan salib yang berbahan marmer itu hancur berkeping-keping berserak di sekitar makam.

"Jumlahnya cukup banyak, ada belasan. Nisan yang rusak memang bentuknya salib. Ada yang dicabut dan ada juga yang rusak seperti dipecah," katanya di Magelang, Rabu (2/1/2019). 

Mulyono mengatakan, dirinya tidak mendengar suara mencurigakan atau kejadian apapun sejak Natal lalu. Dia juga mengaku kaget saat berkeliling di makam yang diurusnya, terdapat nisan makam berbentuk salib yang dirusak.

Petugas kebersihan lainnya, Islamiyah, menuturkan, nisan makam yang dirusak rata-rata sudah parah dan dibuang begitu saja. Bahkan, ada salah satu makam yang tutup makamnya sampai dicongkel dari atas pusara, padahal terbuat dari beton.

"Saya tahunya pagi hari dan ternyata yang rusak banyak. Belum pernah terjadi sebelumnya dan aneh yang rusak kenapa salib semua. Saat Natal banyak yang ziarah dan nisan masih utuh," tuturnya.

Dia menduga, orang yang merusak kemungkinan naik melalui pagar makam yang tidak terlalu tinggi.

Sementara itu, Kapolsek Magelang Selatan, Kompol M Choirul Anwar, membenarkan bahwa pihaknya mendapat laporan adanya perusakan nisan makam pada Selasa (1/1/2019) malam. Menurutnya, polisi kemudian langsung menuju tempat kejadian perkara.

"Kami langsung melakukan penyelidikan dan pendataan kerusakannya, karena malam dan area TPU cukup luas, kami melanjutkan pendataan pada Rabu pagi, hasilnya jumlah nisan makam yang rusak ada 11 buah," jelas dia.

Choirul menyebutkan, 11 nisan yang dirusak tersebut tersebar di beberapa blok dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Untuk penyelidikan lebih lanjut, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah orang di lokasi, termasuk petugas UPT TPU Giriloyo.

Anwar mengatakan, hingga kini pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku dan motif perusakan. Dirinya mengklaim bahwa perusakan ini merupakan aksi vandalisme.

"Saat ini kami terus mendalami kasus vandalisme, sambil berharap jangan terlalu dibesar-besarkan. Jangan dikaitkan pula dengan isu-isu saat ini, seperti SARA atau pilpres atau apapun. Pasrahkan saja ke Kepolisian untuk melakukan penyelidikan," tandasnya. 

Sumber: Antara


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)