logo rilis
Lacak Bonita, Ahli Bahasa Satwa Masuk Hutan
Kontributor
Kurniati
04 April 2018, 12:06 WIB
Lacak Bonita, Ahli Bahasa Satwa Masuk Hutan
Harimau Sumatera. FOTO: Instagram/@hutanituid

RILIS.ID, Pekanbaru— Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengirim seorang ahli bahasa satwa atau animal communicator guna melacak keberadaan Bonita, seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

"Dia (ahli bahasa satwa) sudah berada di lokasi dan bergabung dengan tim," kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo, di Pekanbaru, Rabu (4/4/2018).

Ia menjelaskan, ahli bahasa satwa tersebut seorang perempuan muda dan berkebangsaan Kanada bernama Sakti.

Sakti sebelumnya juga sudah mengenal satwa-satwa di Indonesia, karena aktif bergabung dengan yayasan peduli satwa lokal.

Mulyo menuturkan, Sakti bergabung dengan tim dan turut serta melakukan penyisiran Bonita di sekitar perusahaan perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantation, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir.

Selama dua bulan terakhir, Bonita terus berkeliaran di areal perkebunan sawit milik perusahaan Malaysia tersebut. 

Selama itu pula Bonita telah menewaskan dua manusia,  Jumiati (33) dan Yusri Efendi (34). 

Jumiati menjadi korban pertama yang meninggal pada awal Januari 2018. Ia diserang Bonita saat bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State, Desa Tanjung Simpang, Pelangiran, Indragiri Hilir.

Sementara Yusri Efendi meregang nyawa di desa yang sama, namun hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari lokasi tewasnya Jumiati.

Dalam sepekan terakhir, predator tersebut mulai menyingkir, meninggalkan kawasan perkebunan dan mulai masuk jalur hijau yang diperkirakan memiliki luas sekitar 22 kilometer persegi. 

Hal itu terjadi ketika tim, gagal mengeksekusi predator yang ditembak bius pada akhir Maret 2018.

Secara umum, Mulyo mengatakan keberadaan Sakti akan membantu tim melacak posisi Bonita atau harimau lainnya yang meneror warga serta karyawan perusahaan. 

Upaya itu dilakukan dengan mendengar suara auman harimau.

Dari jarak tertentu, kata Mulyo, Sakti dapat membaca posisi harimau tersebut.

"Jadi seperti di National Geographic, Sakti akan mendengar auman harimau lalu dia akan berupaya menerjemahkan posisinya, seperti menggunakan gelombang. Ini ilmiah, bukan magic," ujarnya.

Selain mengirim ahli bahasa satwa, Mulyo juga mengatakan tim pencari dan penyelamat Bonita turut menambah personel penembak bius. 

Saat ini tim gabungan terdiri atas TNI, Polri dan pemerintah setempat masih terus berusaha melacak dan menyelamatkan kucing belang tersebut.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)