logo rilis
Kwarnas Gerakan Pramuka Kutuk Israel yang Tewaskan Razan Al Najjar
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
06 Juni 2018, 16:15 WIB
Kwarnas Gerakan Pramuka Kutuk Israel yang Tewaskan Razan Al Najjar
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka melakukan kegiatan sosial di kawasan Timur Tengah. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Jakarta— Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka mengutuk keras tindakan Israel yang membunuh seorang paramedis Palestina, Razan Al Najjar. Seluruh anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat Indonesia di mana pun berada diminta menyisihkan waktunya untuk mendoakan almarhumah dan rakyat Palestina. 

Hal itu disampaikan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault. Ia mengaku sangat sedih dan geram mengetahui seorang paramedis Palestina itu ditembak sniper tentara Israel pada Jumat, 1 Juni lalu. Apalagi, gadis berusia 21 tahun itu masih mengenakan seragam paramedis.

"Laknatullah untuk Israel yang membunuh Razan Al Najjar. Dan semoga Allah SWT merobek-robek Israel. Mari kita sisihkan waktu kita untuk salat ghaib dan memanjatkan doa untuk Razan Al Najjar dan rakyat Palestina, karena tidak ada satu pun kekuatan yang mampu menembus dinding takdir, kecuali kekuatan doa,” ujar Adhyaksa Dault dalam siaran persnya ke rilis.id pada Rabu (6/6/2016).

Razan Al Najjar ialah relawan paramedis yang tergabung dalam Organisasi Pertolongan Kedokteran Palestina (Jam'iyyah Ighatsah al-Thibbiyah al-Filisthiniyyah). Ia ditembak ketika menolong para demonstran yang terluka di Khan Younis, Gaza Selatan.  

Menurut Menpora 2004-2009 ini, aksi biadab tentara Israel tersebut merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan. Israel telah melanggar Konvensi Jenewa tahun 1949 yang menyatakan dalam kondisi perang sekali pun, paramedis harus dilindungi saat menjalankan tugasnya, apalagi yang terjadi di Gaza bukan perang, tapi demonstrasi rakyat Palestina terhadap Israel. 

Pria murah senyum ini memaparkan, negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia adalah Palestina dan Mesir. Karena itu, Pramuka meminta PBB bertindak tegas terhadap aksi biadab Israel kepada warga Palestina. Ia juga meminta pemerintah RI mendorong PBB untuk bertindak tegas. 

“Solidaritas pada Palestina sama dengan menjalankan amanat konstitusi 1945. Bunyi baris pertama pembukaan konstitusi RI, kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dan jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, bahwa Palestina pernah bantu kita,” ungkapnya.


komentar (0)