logo rilis

Kutuk Terorisme, ICMI: Semua Rumah Ibadah Harus Dilindungi! 
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
14 Mei 2018, 07:48 WIB
Kutuk Terorisme, ICMI: Semua Rumah Ibadah Harus Dilindungi! 
Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengecam dan mengutuk keras serangkaian peristiwa kekerasan dan teror yang terjadi di Indonesia, terutama tragedi meledaknya bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (13/5/2018)

Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie, mengatakan, semua rumah ibadah harus dilindungi lantaran banyak menyebutkan nama Tuhan di dalamnya, termasuk gereja. 

Dia kemudian meminta kepada pelaku yang mengatasnamakan Islam dalam kekerasannya itu untuk membaca alquran surah al hajj ayat 40 yang menjelaskan permasalahan tersebut. 

"ICMI menyampaikan duka cita yang mendalam. Kita doakan yang terbaik untuk korban dan keluarganya. Dan kita bantu aparat untuk menegakkan hukum sebaik-baiknya juga, segera," kata Jimly melalui siaran persnya, Senin (14/5/2018).

Jimly mengajak kepada seluruh tokoh bangsa untuk aktif serta efektif membimbing sekaligus menjadi teladan di kehidupan sosial kemasyarakatan. Terutama mengenai pentingnya kerukunan hidup bersama yang damai untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Dia mengimbau, jangan sampai pernah ada dan terjadi lagi kekerasan di Indonesia. Apalagi ulah terorisme yang sampai menghancurkan rumah ibadah. 

"Memasuki Ramadan 1439 Hijriah, diimbau agar umat Islam tetap tenang dan nyaman melaksanakan ibadah saum sebagai bukti bahwa ajaran Islam adalah Rahmatan Lil Alamin dan tidak terpancing informasi yang dapat menghancurkan ukhuwah dan persatuan bangsa," ujarnya. 

Diketahui, terjadi serangan bom di sejumlah tempat ibadah di Surabaya. Di antaranya di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Pentekosta Pusat Jamaat Sawahan, dan Gereja Kristen Indonesia Diponegoro. 

Sebelumnya, juga terjadi peristiwa kekerasan di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Ratusan narapidana teroris melakukan perlawanan terhadap petugas dan merampas senjata sitaan.

Lima anggota Brimob tewas mengenaskan setelah sebelumnya disandera oleh para narapidana teroris. Sedangkan satu anggota Brimob berhasil dibebaskan oleh narapidana teroris.

"Semua insan berada harus mengutuk pengeboman rumah ibadah. Kelompok teroris di manapun harus dihadapi. Jika tidak, rumah ibadah akan hancur karena kebiadaban," pungkasnya. 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)