logo rilis

Kura-kura Unik Berambut 'Punk' di Ambang Kepunahan
Kontributor
Syahrain F.
13 April 2018, 14:27 WIB
Kura-kura Unik Berambut 'Punk' di Ambang Kepunahan
Kura-kura Mary River. FOTO: Dok. ZSL/Chris Van Wyk

RILIS.ID, London— Rambut mohawk hijaunya tampak mencolok. Di bawah dagunya, ada dua daging tumbuh yang membentuk seperti stalaktit. Tubuhnya yang berwarna keunguan semakin membuat citranya sebagai hewan yang hidup di dua alam itu tampak eksotik.

Hal unik lainnya dari kura-kura Mary River ini adalah dia mampu bernapas di dalam air menggunakan kelenjar yang berada di alat kelaminnya. 

Baca Juga

Mary River merupakan spesies kura-kura yang berasal dari Queensland, Australia. Dia bahkan mampu bertahan dengan metode bernapas uniknya itu selama tiga hari di dalam air. 

Konon, rambut mohawk hijaunya merupakan gangga yang tumbuh disebabkan lamanya hewan tersebut berada di dalam air.

Ahli biologi dari Zoological Society London (ZSL) Rikki Gumbs mengatakan, keunikan warna dan bentuk dari hewan yang juga dijuluki "butt breather" ini membuat orang-orang tertarik untuk memeliharanya. Perdagangan kura-kura Mary River mulai marak terjadi di antara tahun 1960 hingga 1970-an.

"Kura-kura tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama--sekitar 25 sampai 30 tahun--untuk mencapai kematangan jenis kelaminnya. Kerentanan hewan ini baru diketahui belakangan. Namun, dikarenakan perdagangan hewan, kami kehilangan sebagian besar generasinya. Jumlah populasi hewan ini pun semakin menipis," jelas Rikki, mengutip CNN.


FOTO: Dok. ZSL/Chris Van Wyk

Ancaman Kepunahan Kura-kura
ZSL menempatkan kura-kura Mary River di posisi ke-29 sebagai hewan reptil yang terancam punah. Sementara reptil dengan tingkat ancaman kepunahan tertinggi adalah kura-kura kepala besar yang berhabitat di Madagaskar. Penyebab kepunahan tidak lain dikarenakan perdagangan dan eksploitasi.

Selain itu, kura-kura laut terbesar, penyu belimbing, dan buaya gharial merupakan hewan-hewan yang juga masuk dalam daftar ancaman kepunahan.

Cina disebut sebagai negara yang paling banyak 'berkontribusi' terhadap kepunahan kura-kura laut. Di provinsi Hainan, permintaan akan tempurung dan daging kura-kura laut cukup tinggi selama 30 tahun terakhir. 

Kura-kura laut diprediksi telah hidup selama lebih dari 110 juta tahun. 

"Mengembalikan kura-kura ke lautan akan sangat menyenangkan. Anak merasa seperti melakukan aksi nyata (mencegah kepunahan). Dan saya rasa semua orang akan senang ketika melakukannya," ucap praktisi konservasi kelautan Fikiri Kiponda.

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)