logo rilis
Kunjungi Kalteng, Kepala Balitbangtan Siap Kawal Food Estate
Kontributor
Elvi R
24 Agustus 2020, 16:00 WIB
Kunjungi Kalteng, Kepala Balitbangtan Siap Kawal Food Estate
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Tinjau kesiapan Food Estate Kalimantan Tengah yang akan dimulai pada Oktober mendatang, Rabu (20/8/2020) Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan)  Fadjry Djufry mengunjungi lokasi lahan percontohan di desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau dan di desa Terusan Karya Kabupaten Kapuas. Sebelumnya, Kepala Balitbangtan juga beraudiensi dengan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran di Palangka Raya.

Pada pertemuan yang berlangsung di Kediaman Gubernur Kalteng, Kepala Balitbangtan mengatakan bahwa dalam kunjungan kali ini, pihaknya membawa semua pimpinan lingkup Balitbangtan serta para Profesor Riset yang dimiliki Kementerian Pertanian. 

Menurut Fadjry, hal ini tidak lain untuk membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah guna mensukseskan Proram Food Estate sebagai Program Strategis Nasional. “Yaitu dengan menerapkan percontohan (demfarm) pertanian modern seluas 2.000 ha serta pengawalan inovasi teknologi pertanian pada kawasan pengembangan Food Estate 30.000 ha di tahun 2020 ini”, ungkapnya.

Sementara, Guburnur Kalimantan Tengah menyatakan optimismenya mengenai keberhasilan program Food Estate Kalteng, “apalagi dengan didukung oleh banyak pihak, salah satunya Badan Litbang Pertanian yang akan membuat model percontohan pertanian skala luas, kami akan dukung dan fasilitasi.” tegas Sabran.

Kepala Balitbangtan mengawali kunjungan lapangnya di desa Belanti Siam dengan meninjau lokasi yang akan dijadikan demfarm, serta melakukan pertemuan terbatas dengan 12 ketua kelompok tani yang akan menjadi lokasi demfarm 1.000 Ha. Dalam pertemuan itu, nampak antusiasme para petani, bahkan mereka bersedia memajukan jadwal tanamnya menjadi September. Selain itu, para petani di lokasi ini juga bersedia menerapkan rekomendasi teknologi peningkatan produksi, melalui penerapan varietas unggul dan serta membangun kelembagaan sistem perbenihan. 

"Terima kasih kepada Badan Litbang Pertanian yang akan membangun sistem pertanian modern, khususnya padi di Desa Belanti. Kami Kelompoktani yang ada di Belanti siap sukseskan Program Food Estate. Tanam tiga kali itu tidak mustahil kita capai disini,” ujar Mujianto (36 thn) ketua poktan Rukun Sentosa desa Belanti Siam.  

Mereka juga berharap agar ketersediaan benih dan sarana produksi untuk mendukung program ini tersedia tepat waktu. Saat ini petani di Belanti sudah bertahap mempersiapkan pengolahan lahannya menyongsong Musim Tanam Oktober/Maret 2020/2021.

Kunjungan selanjutnya adalah ke lokasi Demfarm Balitbangtan di desa Terusan Karya , Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas. Untuk sampai ke sentra padi Kapuas ini, Kepala Balitbangtan berserta rombongan menggunakan transportasi sungai speedboat selama satu jam melintasi sungai Kapuas.  

Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat beserta Danren Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto serta Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri menyambut kedatangan rombongan Balitbangtan dan mendampingi peninjauan ke titik-titik pengembangan padi. Seperti halnya di Belanti, rombongan juga melakukan pertemuan terbatas dengan 16 ketua kelompok tani yang menjadi lokasi Demfarm Balitbangtan. 

Bupati Kapuas, dalam pertemuan tersebut mengharapkan agar masyarakat, khususnya petani desa Terusan Karya dan Terusan Mulya untuk mendukung dan terlibat langsung pada program Food Estate, “karena dua desa ini adalah sentra pertanian dengan luasan terbesar di Kabupaten Kapuas.” ujar Bupati.

Usai kunjungan lapang, Kepala Balitbangtan langsung menggelar rapat pimpinan untuk membahas pembangunan Food Estate kedepan. Kepala Balitbangtan menyampaikan bahwa saat ini yang menjadi program super prioritas Kementerian Pertanian adalah Food Estate. Fadjry meminta agar perhatian dan upaya Balitbangtan harus maksimal di Kalteng. “Program Food Estate diibaratkan menjadi pertaruhan Badan litbang pertanian dalam mendukung ketersediaan inovasi teknogi peningkatan produksi dan nilai tambah komoditas pertanian, sehingga semua harus mengambil peran dalam mendukung program ini.” tutupnya.

Sumber: Balitbangtan/Kementan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID