logo rilis
Kunjungi Gili Ketapang, Emil dan Arumi Langsung 'Ditodong'
Kontributor
Budi Prasetyo
08 April 2018, 15:20 WIB
Kunjungi Gili Ketapang, Emil dan Arumi Langsung 'Ditodong'
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafodz Faza

RILIS.ID, Probolinggo— Calon Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elistianto Dardak, mengunjungi pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo pada Minggu (8/4/2018).

Di depan Emil, Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gili Ketapang Nur Jailani, mengeluhkan tak kunjung dikeluarkannya Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dari Pemprov Jatim. Padahal, izin tersebut sudah dikeluarkan setahun yang lalu.

"Kita sudah mengajukan sejak setahun yang lalu, tapi kenapa ya kok di PHP (pemberi harapan palsu) sampai sekarang?" ungkap Jailani.

Dia mengeluhkan, sejak dirintis dua tahun silam, belum ada satu pun bantuan untuk memajukan pulau tersebut. Padahal, selain akses jalan yang minim, penerangan dan pembangunan air bersih juga masih kurang.

"Terus terang, ini semua swadaya kami sendiri untuk bersama-sama membangun pariwisata di pulau," jelasnya. 

Jailani berharap, Pemprov Jatim bisa membantu mempromosikan pariwisata pulau Gili Ketapang agar perekonomian warganya meningkat.

"Tanpa adanya bantuan dari birokrasi, maka kita sulit untuk dikenal, apalagi sampai internasional," tambahnya.

Padahal, kata Jailani, potensi pariwisata di pulau Gili Ketapang cukup besar dan menarik. Selain memiliki pantai pasir putih, wisatawan juga disuguhi pemandangan bawah laut, ketika snorkling.

"Kalau snorkling bisa melihat ikan badut dan nemo. Di samping, itu kita juga menawarkan pemandangan sunset yang menarik," terangnya.

Sementara itu, Emil Dardak berjanji akan memperbaiki pengelolaan pariwisata di pulau Gili Ketapang, jika kelak Khofifah-Emil terpilih memimpin Jatim. Iajuga berpesan, agar seluruh warga di pulau Gili Ketapang bersatu mengembangkan pariwisata di desa itu. 

"Memang dibutuhkan inovasi untuk mengembangkan pariwisata disini. Masyarakat harus duduk bareng, konsep harus kuat dan berbagi peran bersama," tutur Emil. 

Ia juga menjelaskan, ketika menjabat sebagai bupati, dirinya sudah menerapkan sistem perizinan terpadu. "Saya mengalami sendiri ketika di birokrasi, jadi kalau ada anak buah saya ngruweti (menyulitkan) pasti nyampai," pungkasnya.

Editor: Intan Nirmala Sari


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)