logo rilis
Kumpulkan Wartawan, Aris Budiman Lampiaskan Kemarahan
Kontributor
Tari Oktaviani
06 April 2018, 17:39 WIB
Kumpulkan Wartawan, Aris Budiman Lampiaskan Kemarahan
Direktur Penyidikan KPK Brigjen (Pol) Aris Budiman hadir memberikan keterangan di depan Pansus Hak Angket KPK di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/8/2017). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen (Pol) Aris Budiman tampak marah dan kesal. Ekspresinya itu ia ungkap pasca pelantikan Deputi Penindakan dan Direktur Penuntutan KPK.

Dengan nada sedikit meninggi, Aris meminta semua media berkumpul untuk mendengarkan pernyataannya.

"Ngumpul semuanya... Biar tahu semua kelakuan di dalam (KPK). Ngumpul semuanya," kata Aris di gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Dengan raut wajah yang penuh emosi, Aris mengaku kecewa dengan beberapa pihak di KPK. Namun, ia tak menyebut siapa pihak yang dimaksud.

Aris mengaku kesal lantaran dianggap sebagai 'kuda troya' di internal lembaga tersebut. Kuda troya diketahui merupakan istilah musuh dalam selimut. 

"Di dalam KPK dikembangkan seolah-olah saya ini seperti kuda troya. Saya katakan bahwa saya adalah kuda troya bagi oknum-oknum yang manfaatkan kesucian KPK untuk kepentingan pribadi," ujar Aris.

Aris menceritakan, ia mengajukan nama seorang mantan penyidik KPK agar bekerja kembali di KPK. Pasalnya, orang itu sudah kembali ke Polri. Menurutnya, mantan penyidik tersebut memiliki kemampuan yang baik.

Meski demikian, Aris menyampaikan, tujuannya untuk mendatangkan kembali mantan penyidiknya itu gagal, lantaran tidak diperkenankan oleh sebagian pihak di internal KPK. Untuk itu melalui email, Aris menyampaikan ke mantan penyidik KPK itu bahwa dirinya dianggap sebagai kuda troya di KPK.

"Saya balas email itu. Saya katakan bahwa saya adalah kuda troya bagi oknum yang manfaatkan kesucian KPK untuk kepentingan pribadi," tutur Aris.

Editor: Eroby JF


500
komentar (0)