logo rilis

KTT OKI Hasilkan Deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Kontributor
Syahrain F.
13 Desember 2017, 22:58 WIB
KTT OKI Hasilkan Deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama para pemimpin negara Muslim melakukan sesi foto bersama pada KTT Luar Biasa

RILIS.ID, Istanbul— Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia agar mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. 

Selain seruan, hasil pertemuan pemimpin-pemimpin dunia Islam itu juga menyatakan penolakan atas kebijakan Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Baca Juga

Pertemuan ini juga menghasilkan seruan kepada PBB agar berupaya mengakhiri pendudukan Israel di Palestina dan menyatakan pemerintahan Donald Trump bertanggung jawab atas keputusan yang dinilai ilegal itu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan satu-satunya pemimpin Muslim yang melontarkan pernyataan keras terhadap kebijakan AS itu. Dilansir dari BBC, di hadapan para pemimpin Muslim, Erdogan bersumpah untuk berdiri tegak menghadapi "kesemena-menaan AS" dan menyebut Israel "negara teror". 

Ia juga mempertontonkan foto Al-Junaidi, remaja berusia 16 tahun yang 'dikawal' tentara Zionis untuk dihadirkan di pengadilan militer Israel.

Dari laporan BBC, para pemimpin yang hadir justru bersikap di luar harapan pada pertemuan darurat itu dengan menunjukkan nada dan gestur yang cenderung pro-Trump. Apabila dilihat dari respons para pemimpin tersebut, KTT Luar Biasa OKI ini diprediksi tidak akan merubah kebijakan AS soal status Yerusalem.

Seruan justru datang dari anggota parlemen Knesset (parlemen Israel) perwakilan Arab, Talab Abu Arar. Ia melihat, para pemimpin negara Muslim tidak bisa berhenti pada kecaman dan penolakan semata. Ia melihat, butuh tindakan terukur untuk melawan kebijakan sepihak Donald Trump.

Oleh karenanya, ia menyerukan, negara-negara yang hadir pada pertemuan luar biasa itu mengusir Duta Besar AS di negara masing-masing.

"Kita tahu OKI akan menolak keputusan ini (mengusir Dubes AS)," ucap Talab kepada kantor berita Turki Anadolu Agency.

"Mengutuk dan penolakan terhadap pengakuan AS hanya akan menjadi sia-sia. Para pemimpin Muslim dan Arab harus menekan AS agar mencabut keputusannya. Caranya dengan mengusir para Dubes AS," ujarnya menekankan.

Dilansir dari Al Jazeera, Presiden Erdogan nampaknya perlu berupaya lebih keras agar para pemimpin Muslim mau mengambil keputusan keras, sekeras pernyataan-pernyataan yang mereka lontarkan dalam merespons kebijakan Donald.

"Pada KTT itu, ada negara-negara yang terbatas pada retorika penolakan karena khawatir (langkah besar) akan mempertaruhkan hubungan mereka dengan AS," lapor wartawan Al Jazeera dari Istanbul, Mohammed Adow.

Hingga saat ini, protes masih terjadi di sejumlah wilayah pendudukan Palestina. Empat orang dinyatakan menjadi korban jiwa atas aksi protes berujung bentrok dengan pasukan Israel.


#KTT Luar Biasa OKI
#ISTANBUL
#TURKI
#YERUSALEM
#PALESTINA
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)