logo rilis
Kritik Rizal Ramli soal Impor Pangan
Kontributor
Nailin In Saroh
01 April 2018, 13:45 WIB
Kritik Rizal Ramli soal Impor Pangan
Rizal Ramli dalam orasi ilmiah di STIE Ahmad Dahlan. FOTO: RILIS.ID/Nailin In Saroh

RILIS.ID, Jakarta— Ekonom senior Rizal Ramli menanggapi kebijakan impor pangan yang dilakukan pemerintah. Menurut Rizal, Indonesia adalah negara besar dengan sumber daya alam yang luar biasa. Karena itu, sudah seharusnya rakyat makmur, bahkan Indonesia menjadi negara yang paling makmur di kawasan Asia Tenggara.

Tinggal, kata dia, komitmen dari pemimpin nasional untuk memakmurkan rakyat. Caranya dengan berpihak pada kepentingan nasional terutama kepentingan rakyat kecil. Di antaranya dengan kebijakan yang pro pada petani dan pertanian.

“Indonesia ini negara agraris, karena itu sudah seharusnya pemimpin nasional yang akan datang pro pada petani dan pertanian,” ujar Rizal ditulis Minggu (1/3/2018).

Contohnya, tambah dia, pemerintah lewat Bulog harus membeli seluruh gabah dari petani. "Seperti jaman saya menjadi Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), itu butuh keberanian dan komitmen,” pungkas Rizal.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo, mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah yang tak mendukung swasembada, salah satunya terus-menerus membuka keran impor di sejumlah komoditi bahan pokok.

Ia menilai, sektor pertanian yang ditangani langsung Kementerian Pertanian sudah sangat tepat, bahkan sudah bisa dibilang on the track, karena mampu menjaga kualitas produk pertanian. Pun juga dianggap mampu bersaing dengan produk luar.

“Tapi sayangnya kenapa di kementerian lain, tetap saja tidak mendukung malah terus melakukan impor dan nyaris membuat petani lokal hampir frustasi,” ujar Firman di Jakarta, Minggu (1/4/2018).

Politikus Golkar ini menilai, kebutuhan pangan sangatlah fundamental serta sudah menjadi bagian hidup bagi petani. Namun sayangnya, kata Firman, pemerintah tidak pernah merespons langsung hal tersebut bahkan cenderung meninggalkan.
 

Editor: Sukardjito


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)