logo rilis
Kritik Jadi Pemacu Semangat Juang Kementan
Kontributor

13 Januari 2018, 21:36 WIB
Kritik Jadi Pemacu Semangat Juang Kementan
Kantor pusat Kementerian Pertanian. FOTO: pertanian.go.id

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pertanian (Kementan) merespons kritik Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih, dengan "kepala dingin". Kritik tersebut malah akan membuat kinerja Kementan meningkat.

"Pernyataan Henry Saragih justru menjadi pemacu semangat juang kami mewujudkan kedaulatan pangan," ujar Kepala Bidang Data Komoditas Pertanian Kementan, Anna Astrid, dalam siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Sebelumnya, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih, mengatakan, pemerintah gagal mewujudkan kedaulatan pangan. Dalihnya, kenaikan harga dan impor beras merugikan petani dan konsumen sekaligus.

Kementan sendiri telah mengklarifikasi pernyataan tersebut. Dibuktikan dengan swasembada empat komoditas strategis sejak 2015 silam. Di antaranya, aneka cabai, beras, bawang merah, dan jagung. Bahkan, mampu mengekspor bawang merah ke enam negara sebanyak 7.500 ton.

Melonjaknya produksi tersebut turut menggerek indeks ketahanan pangan, ketersediaan, dan keberlanjutan, sebagaimana hasil evaluasi Economist Intelegence Unit (EIU), badan internasional berbasis di London, Inggris.

Kesejahteraan petani pun membaik. Pasalnya, sebagaimana data yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui jumlah rumah tangga petani sejahtera meningkat dari 85,25 persen pada Maret 2014 menjadi 85,87 persen di Maret 2017. Jumlah absolut penduduk sejahtera atau tidak miskin juga demikian.

Baca: Menteri Amran Tak Gagal Wujudkan Swasembada Pangan, Ini Buktinya

Anna menambahkan, Kementan bakal terus meningkatkan capaiannya. Salah satunya, fokus mengerjakan Program Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale), selain komoditas strategis lain sesuai peta jalan Lumbung Pangan Dunia 2045.

"Pada 2018 ini, Kementan tetap fokus pada Upaya Khusus program pengembangan pangan strategis, seperti padi, jagung, cabai, bawang merah, kedelai, dan lainnya, guna menambah luas tanam dan produktivitasnya. Sehingga, produksi pangan 2018 akan naik lebih tinggi dan kedaulatan pangan tetap terjaga dengan kuat," bebernya.

Dia menegaskan, semua upaya yang dikerjakan instansinya sesuai prosedur dan mekanisme berlaku. "Kementan tidak kasih proyek dan bagi-bagi proyek. Namun, semua dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku," tutupnya.


#Kementan
#Anna Astrid
#Serikat Petani Indonesia
#Henry Saragih
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)