logo rilis

Kritik Iuran BPJS Naik, PKS: Kado Buat Rakyat
Kontributor
Sukma Alam
01 November 2019, 09:00 WIB
Kritik Iuran BPJS Naik, PKS: Kado Buat Rakyat
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Netty Prasetiyani, menyampaikan kegundahannya atas naiknya iuran BPJS tanpa konsultasi dengan DPR.

“Ini kado pelantikan buat rakyat yang sedang sekarat, menanggung beban berat. September lalu DPR telah menyatakan penolakan usulan pemerintah untuk menaikkan iuran BPJS peserta mandiri. Pemerintah diminta untuk cleansing data kepesertaan dan mencari cara lain untuk menutup defisit BPJS. Lho, kok, langsung naik. Seperti mencari jalan pintas saja atas defisit BPJS?” ujar Netty dikutip situs resmk PKS, Jumat (1/11/2019).

Menurut Netty, kenaikan iuran BPJS tanpa adanya proses pembenahan dan pemilahan data kepesertaan dapat dipastikan akan membebani masyarakat.

"Beranikah BPJS menjamin bahwa seluruh peserta PBI itu memang orang yang berhak menerima? Sebaliknya, sekitar tiga puluh dua juta yang didata sebagai peserta mandiri, yang dikatagorikan sebagai Peserta Bukan Penerima Upah, yang 50%-nya menunggak iuran itu, benarkah memiliki kemampuan untuk membayar?” tanya Netty mengutip data jumlah PBPU yang disebutkan Wakil Menteri Keuangan beberapa waktu lalu.

Netty berani mempertanyakan itu karena dalam pengalaman lapangannya sebagai Ketua Team Penggerak PKK Jawa Barat selama 10 tahun, ia banyak mengadvokasi kasus rakyat yang sakit dan tidak bisa mendapat layanan BPJS karena menunggak iuran sebagai peserta mandiri, “Bayangkan bagaimana seorang tukang gorengan yang istrinya jadi buruh cuci, anaknya tiga, harus membayar BPJS lebih dari dua ratus ribu setiap bulan. Padahal belum tentu juga mereka datang ke faskes kalau sakit,".

Ia berharap, ke depannya pemerintah harus membantu BPJS untuk membenahi diri dengan baik.

"Kedepan semoga bisa berkolaborasi secara harmonis dengan lembaga negara terkait, melayani dengan kemudahan akses pada peserta, memiliki manajemen yang transparan, meringankan dalam kerjaasama dengan mitra, dan sukses serta sehat dalam perspektif semua komponen dalam ekosistem kesehatan. Jika begitu, sebagai anggota Komisi IX yang bermitra dengan BPJS, saya akan membela BPJS," tutupnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID