logo rilis

Kriteria Pemimpin Menurut Ekonom
Kontributor
Nailin In Saroh
28 Maret 2018, 21:52 WIB
Kriteria Pemimpin Menurut Ekonom
Pilpres. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Sejumlah ekonom senior memiliki pandangan tentang kriteria calon pemimpin. Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, misalnya, ingin pemimpin ke depan jujur.

"Jujur dengan keadaan yang ada. Sekarang ada kritik, tapi membantah. Padahal, masyarakat sudah bisa menyimpulkan sendiri dengan realita," katanya dalam "Capres-Cawapres di Mata Ekonom" Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Sedangkan Direktur Core Indonesia Mohammad Faisal, berharap, pemimpin mengetahui masalah perekonomian Indonesia secara mendasar. "Misalnya, pertumbuhan stagnan lima persen. Kita butuh delapan persen, agar lepas dari kategori negara kelas menengah," ujarnya. 

"Itu, pemimpin harus paham masalah. Jangan asal target," imbuhnya tegas.

Kedua, tambah Faisal, mempunyai visi jelas untuk menyelesaikan masalah. "Dia know how to," ucapnya. Dia juga menginginkan pemimpin terbuka dengan kritik. 

Sepakat dengan Fuad, ekonom Indef Enny Sri Hartati juga menginginkan figur pemimpin jujur. Soalnya, akan melahirkan dukungan.

"Pemimpin itu selain bahasa langitnya tablig, amanah, sidik, fatanah, implementasi di tata kenegaraannya, ya, harus jujur menyampaikan kondisi yang ada. Karena kalau jujur, dampaknya bukan hanya tidak bohong, tapi solutif dan banyak dukungan," urainya.

Enny juga ingin pemimpin Indonesia kelak konsisten. Setiap kebijakan berorientasi untuk kepentingan masyarakat. "Jadi, tidak akan ditanya lagi masyarakat yang mana, tapi masyarakat for all. Konsisten ini harus konkret," tegasnya.

Untuk menyelesaikan kompleksitas masalah, kata dia, Indonesia butuh yang memahami persoalan. "Bukan kebijakan, tapi kebijaksanaan. Karena dalam ekonomi bukan economy skill, tapi existing," terangnya.

"Kita mayoritas usaha kecil-menengah. Harus punya rule yang memang unik. Makanya, sejak awal founding father kita mengamanatkan koperatif, bukan hanya kompetitif," tandas Enny.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)