logo rilis
Krisis Rohingya, Keterlibatan Diplomatik Indonesia Terancam Gagal
Kontributor
Fatah H Sidik
12 September 2017, 02:06 WIB
Krisis Rohingya, Keterlibatan Diplomatik Indonesia Terancam Gagal
Sejumlah elemen masyarakat peduli Rohingya melakukan aksi damai saat berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Kaw

RILIS.ID,Jakarta— Anggota Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad Wibowo, menilai keterlibatan diplomasi (diplomatic engagement) yang dilakukan Indonesia terhadap Mynamar dalam menyelesaikan krisis Rohingya terancam gagal.

"Indikasinya pun sudah terlihat sangat jelas sekarang," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima rilis.id di Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Yakni, sambung Dradjad, pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, serta pemerintah tetap melanjutkan operasi militer terhadap rakyatnya sendiri dari etnis Rohingya.

Mantan Anggota DPR RI ini menerangkan, ada dua faktor yang menyebabkan upaya Indonesia berpotensi gagal. Pertama, skala dan intensitas tragedi Rohingya sudah sangat serius.

Sehingga, lebih dari ratusan ribu etnis minoritas yang tinggal di Rakhine itu telah mengungsi ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Bahkan, menurut Profesor Hukum Internasional di Middlesex University Inggris, William Schabas, yang terjadi terhadap etnis Rohingya tergolong kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kedua, sambung Dradjad, pendekatan diplomasi Indonesia hanya berhasil jika memenuhi minimal dua syarat. Yaitu, Myanmar melihat ada manfaat material dan prestise dari dunia internasional untuk mengubah kebijakannya.

"Di sisi lain, Indonesia dianggap sebagai wakil yang tepat dari dunia internasional untuk memberikan manfaat material dan prestise tersebut," sambung dia.

Sayangnya, kedua syarat minimal tersebut tidak terpenuhi. Sebab, Suu Kyi hanya diam selama beberapa minggu, malah sejak tragedi Rohingya mencuat kembali beberapa tahun lalu.

"Akhirnya (Suu Kyi, red) berkomentar, dia sangat defensif dan menyalahkan media internasional," jelas Dradjad. Militer pun terus menyerang warga Rohingya.

"Jadi, mereka tidak melihat atau tidak membutuhkan manfaat material dan prestise untuk mengubah kebijakan. Mereka juga tidak menganggap Indonesia sebagai wakil yang tepat," yakinnya.

Sumber: Krisis Rohingya, Keterlibatan Diplomatik Indonesia Terancam Gagal


#Dradjad Wibowo
#Myanmar
#Indonesia
#Rohingya
500
komentar (0)