logo rilis
Kriminolog: Kualitas dan Kuantitas Napi Narkoba 'Sadis', Lapas Harus Perketat Pengawasan
Kontributor
Afid Baroroh
13 Februari 2018, 13:48 WIB
Kriminolog: Kualitas dan Kuantitas Napi Narkoba 'Sadis', Lapas Harus Perketat Pengawasan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kriminolog Universitas Indonesia, Josias Simon mengeluhkan kuantitas dan kualitas narapidana kasus narkoba yang semakin 'sadis'. 

“Sadis yang dimaksud adalah dengan adanya penangkapan pelaku narkoba, kasus bukannya tambah turun, malah tambah naik,” katanya kepada rilis.id, di Jakarta, Selasa (13/2/2018). 

Menurutnya, Lembaga Permasyarakatan harus memberikan pengawasan yang ketat terhadap kasus narkoba ini. Josias menilai, upaya yang dilakukan pihak Kepolisian dalam memberantas narkoba hanya menangkap pelaku, sementara pemberantasan kegiatannya justru longgar. 

Adapun pemberantasan kegiatan yang dimaksud adalah lingkungan yang menjadi tempat diduga kuat dalam aktivitas pelaku, baik semasa menjadi pengedar, pengonsumsi, atau justru bandar agar tidak terjadi lagi. 

“Karena bagaimana pun juga pada saat pelaku masuk Lapas, mereka bisa menghubungi lagi jaringannya, atau dihubungi lagi oleh jaringannya,” kata Josias Simon.

Hal tersebut juga dikarenakan faktor pengawasan di Lapas yang longgar. 

Josias mengungkapkan setiap Lapas memiliki aturan, namun diakui, aturan di dalamnya sangat fleksibel. Artinya, tidak ada pengawasan yang ketat dari pihak Lapas.

Dugaan terakhir adanya keterlibatan oknum yang kerap terjadi dengan imbalan yang menggiurkan. Dengan kondisi ini, menurutnya Lapas juga harus mendapat perhatian. 

“Selama ini kan masyarakat yang diimbau kemudian diberi pengetahuan untuk menjauhi narkoba dan segala macem. Harusnya Lapasnya juga menjadi perhatian,” tukasnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan menilai, peredaran narkoba banyak diselundupi melalui jalur tikus. 

"Banyak pelabuhan tikus menjadi pintu masuk narkoba ke Indonesia," katanya kepada rilis.id

Kepolisian, tambah dia diminta untuk berkoordinasi semua pihak terkait agar narkoba dapat diawasi dengan ketat. Karena, pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab Polisi, tetapi semua pihak harus turut andil di dalamnya. 

Misalnya, Badan Narkotika Nasional (BNN), Pemerintah Daerah (Pemda), guru, Pendidik, tokoh masyarakat dan orang tua. 

"Kedepannya perlu dilakukan koordinasi yang baik dalam penanganannya," papar dia. 

Sebelumnya, Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, mengaku akan terus melanjutkan upaya pemberantasan narkoba secara intensif dan komprehensif. 

"Bersama-sama dengan stakeholder, BNN, TNI Angkatan Laut, Polri akan mengintensifkan upaya pembenrantasan narkoba secara komprehensif," pungkasnya.

Editor: Kurniati


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)