logo rilis
KPPU Selidiki Dugaan Pelanggaran Duopoli Maskapai Penerbangan
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
10 Juni 2019, 17:48 WIB
KPPU Selidiki Dugaan Pelanggaran Duopoli Maskapai Penerbangan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) saat ini tengah menyelidiki adanya pelanggaran terhadap terjadinya duopoli di industri penerbangan Indonesia. Menurut Ketua KPPU, Kurnia Toha, memang ada indikasi pelanggaran dalam penguasaan pasar oleh dua perusahaan penerbangan di Indonesia.

"Ya makanya kita selidiki karena ada indikasi itu. Kalau indikasi saja kan tidak cukup. Harus ada bukti," kata Kurnia usai menghadiri acara HUT ke-19 KPPU di kantornya, Jakarta, Senin (10/6/2019). 

Kurnia menilai, perlu ada dua alat bukti yang kuat untuk membuktikan bahwa ada pelanggaran dalam duopoli industri penerbangan tersebut. Menurutnya, pelanggaran terjadi dalam duopoli apabila ada misalnya kerja sama dua perusahaan tersebut dalam menentukan harga. 

"Ini ada indikasi, kita butuh minimal dua bukti bahwa ini memang harga ini terjadi memang ada kerja sama, atau eksesif. Jadi keuntungan yang luar biasa di atas normal itu juga melanggar. Ini kan harus kita cari. Dari ahli bagaimana, dari perhubungan bagaimana, dari maskapai bagaimana. Ini yang kita kaji," ujarnya. 

Saat ini, menurut Kurnia, pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti adanya pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999. 

"Saya memang meminta kepada jajaran kita untuk benar-benar yakin. Jadi kalau angkat satu kasus jadi harus yakin ini benar-benar bersalah. Kalau tidak siap bisa terjadi pada pemeriksaan di majelis bisa dibatalkan," tuturnya. 

Kurnia mengaku akan segera mengumpulkan penyelidiknya untuk melihat sejauh mana perkembangan yang didapatkan dalam menyelidiki masalah tersebut. 

"Saya akan menanyakan dari penyelidikan mereka sudah cukup bukti atau tidak," tandasnya. 

Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution melemparkan isu adanya duopoli pada industri penerbangan. Menurut Darmin, duopoli di penerbangan itu terlihat dari dominasi dua maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air.

Darmin menilai, duopoli itu bisa menjadi penyebab mahalnya harga tiket pesawat. 

"Struktur pasar duopoli, Garuda dan Lion Air. Dia enggak akan bisa naikkan jauh-jauh karena saingan yang ada," kata Darmin. 

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID