logo rilis

KPPU: Harga Garam Impor Harus Lebih Mahal ketimbang Lokal
Kontributor
Zulyahmin
14 Agustus 2019, 21:30 WIB
KPPU: Harga Garam Impor Harus Lebih Mahal ketimbang Lokal
Komisioner KPPU Guntur Saragih. FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta pemerintah membuat tarif khusus terhadap garam hasil impor. Hal itu, menurut Komisioner KPPU, Guntur Saragih, perlu dilakukan untuk membuat garam lokal tetap kompetitif.

Dia menilai, garam lokal sulit untuk bisa kompetitif bila harga garam hasil impor tidak lebih mahal.

“Pemerintah diminta membuat harga garam impor ini lebih mahal dibandingkan lokal. Kalau sekarang garam lokal itu tidak akan kompetitif,” kata Guntur di kantor KPPU, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Guntur mengatakan, selama ini garam impor lebih kompetitif lantaran harganya murah bila dibandingkan garam produksi petani. Hal itu, menurutnya, yang membuat para pelaku industri memilih untuk membeli garam impor sisa.

Dia mengungkapkan, permasalahan itu yang kemudian membuat garam lokal banyak tidak terjual. Bahkan, lanjut dia, ada beberapa garam industri produksi petani yang dibuang ke sungai lantaran tak laku di pasaran.

Dalam kesempatan itu, Guntur juga menyinggung para pelaku industri yang tidak mengajukan keberatan ketika pasokan garam impor yang diterima tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan. Padahal, menurutnya, kuota jualnya sudah ditetapkan sebelum izin impor diberikan.

“Ini aneh. Apakah ada kontrak ketika nama-nama itu diajukan,” ujarnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID