logo rilis

KPPA Sebut UN Bentuk Perlakuan Salah Negara pada Anak
Kontributor
Elvi R
17 April 2018, 18:55 WIB
KPPA Sebut UN Bentuk Perlakuan Salah Negara pada Anak
Siswa SMA/MA Mulai Mengikuti Ujian Nasional 2018. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pelaksanaan ujian nasional yang menimbulkan ketidaknyamanan kepada anak, orang tua, dan sekolah dapat digolongkan sebagai perlakuan yang salah oleh negara terhadap anak di bidang pendidikan, kata salah satu pejabat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

"Setiap pendidikan berprinsip pada kepentingan terbaik bagi anak," kata Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya Elvi Hendrani dalam jumpa pers yang diadakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Demi pemenuhan hak-hak anak, kata Elvi, lembaga pendidikan harus melaksanakan pembelajaran dengan cara yang menyenangkan dan semua anak di sekolah terlindungi dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya.

Elvi menilai, ada perlakuan yang salah dari negara kepada anak-anak, orang tua dan sekolah dalam UN. Karena terdapat pengaduan para peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) terhadap materi ujian matematika yang diterima KPAI. Selain itu, mereka juga melayangkan kritikan melalui media sosial.

"Ketidaknyamanan itu juga dirasakan dengan jelas oleh sekolah dan orang tua yang akhirnya melakukan banyak kegiatan dan perilaku di luar kebiasaan dan tidak berhubungan langsung dengan upaya pencapaian tujuan ujian nasional," tuturnya.

Kegiatan dan perilaku yang tidak berhubungan dengan upaya pencapaian tujuan ujian nasional itu, antara lain, berdoa bersama sampai menangis dan anak bermaaf-maafan dengan orang tua dan guru.

"Hal-hal itu justru menambah tekanan bagi anak, orang tua, dan sekolah," ujarnya.

Oleh karena itu, Elvi meminta Kemendikbud untuk melihat dan meninjau kembali pelaksanaan ujian nasional berdasarkan tujuan, proses, dampak dan cara pelaksanaannya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)