logo rilis

KPK Temukan Emas 1,9 Kilogram di Kasus Suap Amin Santosa
Kontributor
Tari Oktaviani
06 Mei 2018, 03:15 WIB
KPK Temukan Emas 1,9 Kilogram di Kasus Suap Amin Santosa
Ketua KPK, Agus Rahardjo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan logam mulia emas seberat 1,9 kilogram dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh Anggota DPR RI secara bersama-sama terkait usulan Dana Perimbangan Keuangan Daerah pada RAPBN P TA 2018 yang menyeret Anggota Komisi XI DPR dari fraksi Demokrat Amin Santono sebagai tersangka.

Selain itu, tim juga menemukan Rp1.844.500.000 dan mata uang asing SGD63000 serta US$12.500 di hasil penggeledahan apartemen pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo (YP). 

Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, logam mulia yang ditemukan oleh tim juga diduga termasuk bagian dari suap.

"Karena udah amati itu, uang tadi ditemukan di apartemen saudara YP, diterima duit 100 dolar dari daerah diganti menjadi logam mulia, siapa saja yang memberi kita punya data nanti digali lebih lanjut mudah-mudahan akan ditemukan lebih lanjut," kata Agus di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (5/5/2018).

Sebelumnya, KPK akhirnya menetapkan anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari fraksi Demokrat Amin Santono sebagai tersangka suap. 

Ia diduga bersama-sama dengan Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Yaya Purnomo dan Eka Kamaludin selaku pihak swasta menerima suap dari pihak kontraktor Pemkab Sumedang Ahmad Ghiast.

"Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh Anggota DPR RI secara bersama-sama terkait usulan Dana Perimbangan Keuangan
Daerah pada RAPBN P TA 2018, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan 4 orang tersangka," kata wakil ketua KPK Saut Situmorang.

KPK menduga ada penerimaan total Rp500 juta yang merupakan bagian dari 7 persen komitmen fee yang dijanjikan dari 2 proyek di Pemkab Sumedang senilal total sekitar Rp25 miliar. Jika dihitung, komitmen fee diperkirakan sekitar Rp1,7 miliar.

Menurutnya, uang tersebut diberikan oleh kontraktor Pemkab Sumedang Ahmad Ghiast (AG) kepada Amin Santono (AMS) sebesar Rp400 juta pada 4 Mei 2018 sesaat sebelum KPK lakukan tangkap tangan. Selain Amin, Ahmad juga
memberikan Rp100 juta duberikan melalui transfer kepada Eka Kamaludin (EKK) selaku pihak swasta lainnya. Adapun sumber dana diduga berasal dari para kontraktor di lingkungan Pemkab Sumedang.

"AG diduga berperan sebagai koordinator dan pengepul dana untuk memenuhi permintaan AMS," katanya.

Kedua proyek tersebut proyek pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan di kabupaten Sumedang senilai Rp4 miliar dan proyek di Dinas PUPR Kab. Sumedang senilai Rp21,850 miliar.

Sebagai pihak yang diduga penerima yakni AMS, EKK, YP disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberamasan Tindak Pldana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebagai pihak yang diduga pemberi AG disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah doubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Junto Pasal 55 ayat 1.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)