logo rilis

KPK Telisik Aliran Uang Korupsi Fayakhun ke Petinggi Golkar
Kontributor
Tari Oktaviani
17 Mei 2018, 10:31 WIB
KPK Telisik Aliran Uang Korupsi Fayakhun ke Petinggi Golkar
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik aliran dana suap pengadaan satelit monitoring oleh Bakamla RI ke petinggi partai Golkar. Hal ini tampak dari pemeriksaan para pengurus Golkar yang beberapa hari terakhir dipanggil penyidik.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan, keterangan saksi akan didalami berdasarkan bukti. Sehingga jika memang ditemukan pelanggaran maka KPK tak segan menindaklanjutinya.

Ini ihwal politisi Golkar Yorrys Raweyai menyebut, Fayakhun yang kini sudah menjadi tahanan KPK, pernah menyampaikan ada dana yang mengalir ke petinggi Golkar seperti Idrus Marham, Robert hingga Kahar Muzakir.

"Ya itu penyidik nanti akan mempelajari kalau kira-kira ada perlu dipanggil perlu dikonfirmasi nanti mereka akan panggil," paparnya, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Sementara itu, Basaria menyampaikan segala dugaan termasuk temuan fakta sidang perlu ditelisik kebenarannya. Sehingga tidak bisa sembarang mengusut kasus keterangan tanpa bukti.

"Ya paling tidak ada dong petunjuk lain apa itu transfer ada dikasih uang, ada yang melihat. Kalau sebut nama saja nanti semua mabok. Penyidikan enggak boleh mengarah-ngarah ke situ. Harus ada faktanya nggak bisa mau kemana mau kemana terus persepsi," ujar Basaria.

Dalam kasus ini, Fayakhun telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan anggaran proyek pengadaan alat satmon pada Bakamla tahun anggaran 2016.

Fayakhun diduga menerima ‎hadiah atau janji berupa uang setelah memuluskan anggaran proyek Bakamla. Dia mendapatkan imbalan 1 persen dari proyek senilai Rp1,2 triliun atau sebesar Rp12 miliar.

Selain itu, Fayakhun juga diduga menerima dana suap sebesar 300 ribu Dollar Amerika. Uang tersebut diduga diterima Fayakhun dari proyek pengadaan di Bakamla.

Sejumlah uang yang diterima Fayakhun tersebut berasal dari Direktur Utama Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Dharmawansyah melalui anak buahnya, M. Adami Okta. Uang tersebut diberikan dalam empat kali tahapan.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)