logo rilis
KPK Susun Taktik dan Strategi untuk Jerat Boediono Cs di Kasus Century
Kontributor
Tari Oktaviani
20 April 2018, 14:23 WIB
KPK Susun Taktik dan Strategi untuk Jerat Boediono Cs di Kasus Century
Mantan Wapres RI Boediono. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, memastikan nama-nama dalam putusan mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulya di kasus korupsi dana bail out bank century akan ditindaklanjuti oleh pihaknya. Menurutnya, ini hanya soal waktu saja dalam memberikan status tersangka. Termasuk mantan Wakil Presiden Boediono.

"Tiap kasus tuh penyidik berdiskusi, setelah bertemu, setelah masuk penyidikan diskusi dengan JPU kemudian bagaimana itu kita susun taktik dan strateginya aja, jadi siapa duluan siapa belakangan kan itu soal cara saja," paparnya di gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Ia menyampaikan, hampir tiap hari bertemu dengan jaksa yang kala itu turun dalam kasus Century dengan terdakwa Budi Mulya. Meskipun saat ini belum masuk ke penyidikan baru namun pertemuan itu dikatakan Saut membahas perkembangan dalam perkara itu.

"Kita kan tahu jaksa tiap hari di KPK itu kan ketemu, jadi kalau penyidikan (Boediono) belum sampai ke sana, baru mempelajari kasus yang putusannya seperti apa. Tapi praktis karena jaksa KPK, yang nuntut kan jaksa KPK jadi belum pun masuk ada 10 ini jaksa sudah mengikuti perkembangannya, kan enggak mesti harus penyidikan dulu kan, karena ini kan yang nuntut JPU sendiri," paparnya.

Diketahui, Budi Mulya dihukum 15 tahun pidana penjara terkait kasus korupsi atas pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century. Budi Mulya dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam pemberian FPJP kepada Bank Century dan penetapan PT. Bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik. 

Dalam dakwaan Jaksa KPK pada tingkat pertama, Budi Mulya selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa didakwa memperkaya diri sebesar Rp1 miliar dari pemberian FPJP Bank Century dan atas penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Tak hanya itu, Budi Mulya juga didakwa memperkaya pemegang saham Bank Century, Hesham Talaat Mohamed Besheer Alwarraq dan Rafat Ali Rizvi, sebesar Rp3,115 miliar. Perbuatan Budi dinilai telah memperkaya PT Bank Century sebesar Rp1,581 miliar dan Komisaris PT Bank Century Robert Tantular sebesar Rp2,753 miliar.

Namun sampai saat ini KPK hingga baru menjerat Budi Mulya. Sementara, beberapa nama lainnya yang disebut dalam dakwaan Budi Mulya masih belum juga diproses KPK. 

Editor: Sukma Alam


500
komentar (0)