logo rilis

KPK Sita Rp862 Juta dari Rekening Setya Novanto untuk Uang Ganti e-KTP
Kontributor
Tari Oktaviani
23 Oktober 2018, 11:46 WIB
KPK Sita Rp862 Juta dari Rekening Setya Novanto untuk Uang Ganti e-KTP

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto kembali menyicil uang pengganti hasil korupsi pengadaan proyek e-KTP. Pria yang kerap disapa Setnov itu diambil buku tabungannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adapun buku tabungan tersebut berisi Rp862 juta.

"Tim Jaksa Eksekusi Unit Kerja Labuksi KPK telah melakukan pemindah bukuan kembali uang di tabungan Setya Novanto sebesar Rp862juta dari PT Bank CIMB Niaga Tbk di Kantor Cabang Daan Mogot ke rekening Bendahara Penerima KPK di Bank Mandiri," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Selasa (24/10/2018).

Febri juga menyampaikan bahwa KPK juga tengah menunggu hasil penjualan rumah di Jatiwaringin, Jakarta milik eks Ketua Umum partai Golkar itu. Nantinya hasil penjualan juga akan disita sebagai uang pengganti hasil korupsinya.

"Ini merupakan bagian dari cicilan pembayaran uang pengganti yg dilakukan oleh Setya Novanto. KPK juga menunggu informasi rencana penjualan salah satu rumah SN seperti yg disampaikan oleh isteri yang bersangkutan sebelumnya," ujarnya.

Sebelumnya diketahui rumah tersebut mendapat uang ganti rugi dari Pemerintah karena terkena imbas gusuran proyek pembangunan kereta cepat Bandung Jakarta.

Tak hanya itu saja, Novanto juga telah menyerahkan beberapa rekening banknya untuk dipindahbukukan ke KPK. Istri Novanto, ujar Febri, berkomitmen untuk membayar uang kerugian negara secara bertahap.

"Kemarin kami memindah bukukan dari rekening Bank Mandiri sekitar 1,1 miliar ke rekening KPK. Tadi diserahkan juga ada 2 surat kuasa pertama surat kuasa terkait dengan pemindahbukuan di salah satu rekening di bank. nanti kami akan cek berapa isi rekening itu dan jika sudah bisa dilakukan tentu akan dilakukan pemindahbukuan juga," tutupnya.

Hingga kini, terpidana korupsi KTP-el itu tercatat sudah tiga kali membayar uang pengganti dengan cara dicicil. Pertama, Novanto mengembalikan uang sebanyak Rp5 miliar.

Lalu pada Mei 2018 lalu Novanto kembali mencicil uang pengganti sebesar USD100.000. Terakhir, Labuksi KPK mengeksekusi uang yang ada di dalam rekening Novanto sebesar Rp1.116.624.197.

Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Setya Novanto. Selain hukuman pidana penjara, Novanto juga didenda sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Novanto juga dituntut majelis hakim untuk membayar uang pengganti sebesar USD7,3 juta dikurangi uangyang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider 2 tahun kurungan. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Novanto selama 5 tahun.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)