logo rilis

KPK Sita Berkas dan Dokumen terkait Kasus Zumi Zola
Kontributor
Tari Oktaviani
26 April 2018, 10:06 WIB
KPK Sita Berkas dan Dokumen terkait Kasus Zumi Zola
Gubernur Jambi, Zumi Zola. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah berkas dan dokumen penting terkait kasus dugaan gratifikasi dengan tersangka Gubernur Jambi, Zumi Zola. 

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, berkas dan dokumen itu tentang proyek-proyek dan catatan keuangan di lingkungan Pemprov. Jambi. 

"Penyidik menyita beberapa berkas dan dokumen terkait dengan proyek dan catatan keuangannya," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfrimasi, Kamis (26/4/2018).

Setidaknya berkas tersebut ditemukan di tujuh lokasi di Jambi yang dilakukan dari penggeledahan pada Selasa (24/4) kemarin. Di antaranya yaitu kantor perusahaan kontraktor dan enam rumah di Kota Jambi dan Tanjung Jabung Timur. 

"Kemarin (24/4) penyidik menggeledah di tujuh lokasi di Provinsi Jambi terkait dengan TPK menerima Gratifikasi  terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi Tahun 2014-2017," katanya. 

Penyidik dikatakan Febri masih mendalami keterangan para saksi mengenai pengetahuannya soal gratifikasi kepada Zumi Zola.  "Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait dengan pemberian ke Gubernur Jambi," katanya. 

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola dan Plt Kadis PUPR Arfan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi sejumlah proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi.

Zumi Zola dan Arfan diduga menerima gratifikasi Rp6 miliar dari beberapa kontraktor. Uang itu disinyalir diberikan sebagai "uang ketok palu" kepada anggota DPRD Jambi.

Kasus yang menjerat Zumi Zola ini merupakan pengembangan dari kasus suap pengesahan APBD 2018. Dalam kasus pengesahan APBD Jambi ini, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka.

Keempat tersangka itu, yakni anggota DPRD Provinsi Jambi Supriyono, Plt Sekda Jambi, Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Jambi Arfan, dan Asisten Daerah III Syaifuddin.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)