logo rilis
KPK: Setya Novanto dan Putranya Tahu Kasus PLTU Riau-1
Kontributor

27 Agustus 2018, 15:36 WIB
KPK: Setya Novanto dan Putranya Tahu Kasus PLTU Riau-1
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarief. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarief menyebut Setya Novanto mengetahui banyak soal perkara suap pembangunan proyek PLTU Riau-1. Namun begitu belum diketahui lebih jauh mengenai peran Novanto di kasus ini.

"Ya intinya seperti ini bahwa berdasarkan keterangan awal yang didapatkan penyidik bahwa Pak Setya Novanto dianggap mengetahui tentang proyek ini. Oleh karena itu penyidik berkepentingan untuk meminta keterangan dari yang bersangkutan agar lebih menjadi jelas," kata Laode di gedung KPK, Jakarta, Senin (27/8/2018).

Tak hanya Novanto, anaknya yang bernama Rheza Herwindo juga dianggap turut mengetahui proses terjadinya kasus suap ini. Tetapi sayangnya, Laode enggan memberi tahu lebih detail tentang apa yang dilakukan Rheza disini.

"Ya pokoknya setiap orang yang dimintai keterangan itu oleh KPK, beranggapan mengetahui dan bisa memberikan pengayaan terhadap penyelidikan dan penyidikan kasus yang sedang berjalan," tutupnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan Novanto untuk memperjelas dan membuat lebih terang konstruksi perkara seperti apa. Dikatakannya, ada dua kapasitas Novanto diperiksa yakni sebagai Ketua DPR kala itu dan sebagai eks Ketua Golkar.

"Jadi ada 2 kapasitas itu. Meskipun saat ini penyidik fokus pada apa yang diketahui setya novanto dalam kasus PLTU Riau 1. Apakah terkait proyeknya, atau pertemuan-pertemuannya saya belum dapat informasi karena baru proses pemeriksaan perdana," ujar Febri.

Diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelusuri skema kasus suap pembangunan PLTU Riau 1 yang dilakukan oleh pengusaha ternama Johanes B Kotjo dan Idrus Marham. Dalam penyidikannya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang juga terpidana kasus e-KTP, Setya Novanto.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Novanto sedianya akan diperiksa untuk kepentingan penyidikan Johanes Kotjo. Ia akan digali pengetahuannya terkait dugaan lobi proyek tersebut.

Sementara itu KPK juga turut memanggil anak Novanto, Rheza Herwindo selaku Komisaris PT Skydweller Indonesia Mandir. Berbeda dengan ayahnya, Rheza akan diperiksa untuk penyidikan Idrus Marham.

Selain itu, ada pula Bupati Temanggung terpilih M Al-Khadziq yang merupakan suami tersangka Eni Maulani Saragih serta tiga saksi lain yakni tenaga ahli DPR Tahta Maharaya, karyawan swasta Audrey Ratna Justianty, dan Direktur PT Raya Energi Indonesia Indra Purmandani. 

"Mereka bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IM (Idrus Marham)," kata Febri. 

Idrus ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ia diduga bersama-sama mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih menerima hadiah atau janji dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo. 

Eni diduga menerima jatah sejumlah Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap sejak November 2017 sampai Juli 2018. Idrus disinyalir tahu soal pemberian uang tersebut. 

Pria yang juga mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu juga dijanjikan uang sekitar US$1,5 juta oleh Kotjo bila memuluskan proyek PLTU Riau-1.

Dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 ini, KPK telah menjerat tiga orang sebagai tersangka. Mereka di antaranya Eni, Kotjo, dan terbaru Idrus. Eni dan Idrus diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji dari Kotjo terkait proyek senilai US$900 juta itu. 

Idrus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) atau Pasal 56 ke-2 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Editor: Sukma Alam




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID