logo rilis
KPK: Sangat Mungkin Ada Tersangka Baru Korupsi Century
Kontributor
Tari Oktaviani
20 April 2018, 21:20 WIB
KPK: Sangat Mungkin Ada Tersangka Baru Korupsi Century
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, mengakui, ada peluang menetapkan tersangka baru kasus dugaan rasuah dana talangan (bailout) Bank Century. Namun, Agus tak mau menyebut siapa yang mungkin ditersangkakan KPK.

"Mohon bersabar sebentar, bahwa kemungkinan dibuka penyidikan baru mungkin. Bahkan mungkin dari fakta yang ada, langsung kemudian ditersangkakan. Sangat mungkin," ujarnya di Gedung Merah-Putih, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Baca: Kasus Century, KPK: Baru 10 Orang Diduga Terlibat

Kata Agus, para pimpinan KPK berencana berkumpul membahas hal ini. Sebab, tim jaksa dan penyidik yang menangani kasus Century dengan terdakwa Budi Mulya sudah menyiapkan hasil kajiannya.

"Kita akan bicarakan minggu depan, kalau pimpinan lengkap kumpul berlima," jelasnya. Dia sendiri tak mau berkomentar soal hasil kajian tersebut, sebelum pertemuan pimpinan KPK berlangsung.

Baca: PBHI Nilai KPK Timpang Usut Kasus Century

Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) diketahui memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait kasus dugaan korupsi dana talangan Bank Century‎. MAKI pun segera menyerahkan salinan putusannya kepada KPK.

"Atas dikabulkannya gugatan praperadilan yang diajukan MAKI lawan KPK dalam kasus korupsi Century, maka tidak ada alasan lagi KPK untuk tidak menetapkan tersangka baru dalam kasus Century," kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, beberapa waktu lalu.

Baca: Demokrat: SBY Tak Bisa Disandera Kasus Century!

Dalam kasus ini, terdakwa Budi Mulya divonis bersalah, dua tahun lalu. Namun, komisi antirasuah tak kunjung menetapkan tersangka baru. Hal tersebut mendorong MAKI mengajukan gugatan praperadilan hingga tiga kali.

Perkara tersebut disebut-sebut menyeret beberapa nama penting kala itu. Mereka yang disebut dalam dakwaan Budi Mulya, di antaranya ‎Boediono, Muliaman D Hadad, Hartadi, Miranda Goeltom, dan Raden Pardede.

Baca: Ujian Firli lewat Century

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)