logo rilis
KPK Periksa Silang Bupati Bandung Barat dengan Tersangka Lain
Kontributor
Tari Oktaviani
09 Mei 2018, 14:24 WIB
KPK Periksa Silang Bupati Bandung Barat dengan Tersangka Lain
Bupati Bandung Barat Abu Bakar digelandang oleh KPK. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Tersangka Bupati Bandung Barat Abu Bakar akan menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa silang dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wetti Lembanawati (WL) yang juga berstatus tersangka.

"Abu Bakar akan diperiksa sebagai tersangka untuk WL," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Sementara itu, Wetti Lembanawati juga dipanggil untuk kemudian dimintai keterangan mengenai peran Bupati Abu Bakar dalam kasus tersangka memberi hadiah dan janji.

"Pemeriksaan silang. Sedangkan WL akan diperiksa untuk Abu Bakar," paparnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Bandung Barat, Abu Bakar sebagai tersangka suap. Tak hanya Abu Bakar, status tersangka juga disematkan KPK terhadap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bandung Barat, Asep Hikayat; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wetti Lembanawati; dan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda), Adiyoto.

KPK menduga, Abu Bakar telah meminta uang kepada jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk kepentingan kampanye sang istri, Elin Suharliah yang maju sebagai calon Bupati Bandung Barat periode 2018-2023. 

"Hingga April, Bupati terus menagih permintaan uang ini salah satunya untuk membayar lembaga survei," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/4). 

Abu Bakar kemudian memerintahkan Wetti dan Adiyoto untuk menagih kepada jajaran SKPD dan mengumpulkan uang sesuai yang dijanjikan. Sejauh ini, KPK baru menyita Rp435 juta yang diduga merupakan suap kepada Abu Bakar. 

"Dalam tangkap tangan yang digelar, KPK mengumpulkan barang bukti sebesar Rp 435 juta," katanya.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Abu Bakar, Weti, dan Adiyoto yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Asep yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)