logo rilis
KPK Periksa Anak Buah Megawati Terkait Kasus Ini
Kontributor
Tari Oktaviani
06 April 2018, 11:55 WIB
KPK Periksa Anak Buah Megawati Terkait Kasus Ini

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris DPD PDIP Maluku Utara, Ikram Haris, masuk dalam pusaran kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek pengadaan jalan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) tahun anggaran 2016 melibatkan Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Rudi Erawan (RE). Ia sedianya akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

"Kami memanggil Ikram Haris selaku Sekretaris DPD PDIP Maluku Utara sebagai saksi untuk tersangka RE," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Belum diketahui apa yang ingin didalami oleh penyidik hari ini dengan Ikram. Termasuk apakah ada dugaan aliran dana yang diterima Rudy juga mengalir ke partai, Febri belum bisa memastikannya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Rudi Erawan, sebagai tersangka baru dalam dugaan kasus suap dan gratifikasi proyek pengadaan jalan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) tahun anggaran 2016.

"KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan lagi seorang sebagai tersangka, yaitu RE (Rudi Erawan) Bupati Halmahera Timur," ‎kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, di gedung KPK, Jakarta, Rabu (31/1/2018)

Menurut Saut, Rudi diduga menyalahgunakan wewenangnya sebagai Kepala Daerah untuk menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp6,3 miliar. 

"Diduga, RE (Rudi Erawan) menerima total sekira Rp6,3 miliar," terangnya.

Atas perbuatannya ini, Rudi Erawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor: Sukardjito


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)