logo rilis
KPK: Jangan Jadikan Pernyataan Aris Budiman Dasar Pembelaan Setnov
Kontributor
Tari Oktaviani
15 April 2018, 11:15 WIB
KPK: Jangan Jadikan Pernyataan Aris Budiman Dasar Pembelaan Setnov
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, pernyataan Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Pol Aris Budiman yang mengatakan Johanes Marliem tidak pernah diperiksa, tak dapat dijadikan alat bukti oleh tim kuasa hukum Setya Novanto (Setnov).

Ini ihwal sebelumnya dari pihak Setnov yang menilai apa yang didakwa kepada kliennya menjadi kurang terbukti kuat, lantaran saksi kunci yang tidak pernah diperiksa penyidik.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, memastikan pihaknya sudah memeriksa Johanes Marliem di Amerika melalui bantuan FBI.

"Pernyataan Dirdik itu tidak disampaikan di pengadilan, jadi kalau itu dijadikan bukti oleh kuasa hukum, kami tidak tahu. Tapi yang pasti seluruh pembuktian yang disyaratkan oleh UU termasuk informasi yang disampaikan oleh Johannes Marliem kepada FBI itu, sudah kita gunakan dengan perlu dan sesuai hukum acara yang berlaku," jelas Febri di Jakarta, Minggu (15/4/2018).

Lebih jauh Febri menjelaskan, pemeriksaan Johanes Marliem yang telah dilakukan oleh KPK juga sudah terbukti. 

Saat ini, KPK bisa mengetahui kemana aliran dana proyek e-KTP itu mengalir.

"Di sana sangat clear. Kita bisa buktikkan bahwa memang ada pengkondisian dan dugaan aliran dana terkait e-KTP. Tapi silahkan saja, itu kan hak dari terdakwa untuk melakukan bantahan nanti kita tunggu di putusan saja," tegasnya.

Sebelumnya, dalam nota pembelaanya, kuasa hukum Setya Novanto masukan pernyataan Aris Budiman soal tidak pernahnya Johannes Marliem diperiksa penyidik. 

Padahal, Jaksa memasukkan rekaman Johannes Marliem sebagai bukti untuk mengusut Setya Novanto.

"Secara khusus terkait penggunaan rekaman Johannes Marliem oleh FBI sangat layak bagi kami untuk menolaknya karena kami meyakini ada kesalahan dalam penggunaan rekaman Johannes Marliem. Kalau kita baca dari keterangan pers yang diberikan Direktur Penyidikan KPK, Aris Budiman pada minggu lalu," kata Pengacara Setnov, Marbun, ketika membacakan pledoi, Jumat (13/4/2018) lalu.
 

Editor: Kurniati


komentar (0)