logo rilis
KPK Ingin Bertemu Presiden Bahas TGPF Kasus Novel Baswedan
Kontributor
Tari Oktaviani
11 April 2018, 18:13 WIB
KPK Ingin Bertemu Presiden Bahas TGPF Kasus Novel Baswedan
Ilustrasi Saut Situmorang. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, mengatakan pihaknya akan mendorong adanya pertemuan dengan Presiden Joko Widodo untuk membicarakan usulan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Namun, ia menilai tidak mudah untuk bertemu dengan Presiden Jokowi secepatnya.

"Kalau ketemu kepala negara itu kan sesuatu yang diimpikan oleh seluruh rakyat Indonesia apa lagi korban seperti beliau. Boleh saja diterima kemudian untuk mengembalikan semangatnya nanti,” kata Saut di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

“Jadi saya pikir itu menjadi sebuah dorongan buat kita semua yang terlibat yang terkait, yang berwenang yang bertanggung jawab untuk case ini kemudian lebih cepat lagi lebih serius. itu bisa kita dorong," sambungnya.

Ia menegaskan, kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan harus segera dituntaskan. Pihak kepolisian juga dimintanya untuk segera menemukan aktor di balik teror tersebut.

"Oleh sebab itu kasus ini harus kita selesaikan dengan baik dan harus ketemu. Bagaimana caranya pokoknya harus ketemu," tegas Saut.

Pasalnya, aksi teror yang dialami Novel tak menutup kemungkinan akan terjadi pula pada penyidik atau pegiat antikorupsi lain. Untuk itu, Saut sepakat untuk mendukung pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus Novel.

"Tadi Novel tadi menyampaikan beberapa, ada TGPF, ada upaya-upaya lain tidak ada cara yang tunggal untuk mencari penjahat pak Novel ya. Banyak cara, TGPF apapun bentuknya tinggal komitmen kita dan kesepakatan kita," ujarnya.

Diketahui hari ini tepat satu tahun kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan. Akibat kejadian itu, mata kiri Novel rusak parah dan haeus dioperasi di Singapura.

Hingga saat ini Kepolisian belum juga menemukan pelakunya. Padahal mereka sudah merilis beberapa sketsa wajah terduga pelaku. 

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)