logo rilis

KPK Ingatkan Warga Tak Pilih Calon Korup
Kontributor
Tari Oktaviani
11 Juni 2018, 14:21 WIB
KPK Ingatkan Warga Tak Pilih Calon Korup
Komisioner KPK Saut Situmorang. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Mendekati masa pencoblosan di Pilkada serentak pada Juni 2018, KPK gencar mengingatkan agar masyarakat bijak dan teliti dalam memilih para calon kepala daerahnya

Menurut Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, yang terpenting ialah calon yang tidak meninggalkan beban untuk rakyatnya pasca terpilih.

"Beban berat itu bisa datang dari janji-janji yang tidak realistis, politik uang, tidak konsisten kata dan perbuatan," kata Saut dikonfirmasi, Senin (11/6/2018).

Ia pun menegaskan agar rakyat tidak terjebak untuk memilih calon yang punya rekam jejak soal politik uang. Meskipun dikatakannya, rakyat biasa tergoda ketika diiming-imingi uang, namun harus ingat dampaknya ke depan.

"Memilih pemimpin itu harus dengan pikiran hati dan perbandingan yang detail satu calon dengan calon yang lain. Jangan lihat di permukaan," ujarnya.

Untuk itu, Saut berharap, masyarakat dapat mencari kelebihan satu calon dari yang lain. Sehingga, mencari sosok calon pemimpun yang lebih banyak positifnya daripada negatifnya.

"Dan, Laporkan kalau ada yang main money politics ke pihak yang kompeten," kata Saut.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo juga menyebutkan bahwa 2018 dan 2019 adalah tahun politik dan rawan terkena racun demokrasi. Mengingat, dua tahun tersebut pilihan politik masyarakat di Indonesia akan berbeda.

"Tahun ini adalah tahun politik. Ada dua agenda besar di tahun ini, yakni Pilkada serentak dan Pipres 2019," kata Tjahjo.

Racun tersebut, kata dia tak hanya akan merusak peradaban, namun juga berpotensi merubuhkan sendi kenegaraaan. Karenanya, dia berharap agar momentum ini juga dapat tegas melawan.

"Mari kita harus melawan yang namanya politik uang, kampanye yang berujar kebencian, dan sebagainya," imbau dia

Terkait masalah korupsi kepala daerah, Tjahjo menilai, hal ini kembali pada individunya masing-masing. Sistem pencegahannya sudah baik, termasuk upaya Kemendagri dan KPK.

Di tahun ini, Kemenadgri menggelar roadshow pembekalan anti korupsi ke berbagai daerah, terutama ke daerah yang akan menggelar Pilkada.

Tujuannya, agar kepala daerah dan nanti yang terpilih paham serta mewaspadai area rawan korupsi. Jika sekarang masih ada yang kena, ini dikembalikan ke mental masing-masing individu.

"Sistemnya sudah bagus semua. Kembali ke individunya, karakter. OTT kan sudah luar biasa. Efek malu sebagainya," katanya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)