logo rilis
KPK Dorong Hadiah ke Pengungkap Kasus Korupsi Ditingkatkan
Kontributor
Tari Oktaviani
17 April 2018, 19:53 WIB
KPK Dorong Hadiah ke Pengungkap Kasus Korupsi Ditingkatkan
Agus Rahardjo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya untuk mendorong masyarakat agar mau melaporkan indikasi korupsi yang ditemukan di sekelilingnya.

Adapun salah satunya, dengan memberikan hadiah yang besar kepada para pihak yang membantu membongkar kasus korupsi di lingkungannya.

"Kami sangat mengharapkan kalau hadiah ditingkatkan, dapat satu persen saja (dari kerugian keuangan negara)," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di kantor LPSK, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Menurut Agus, saat ini penghargaan dari pemerintah kepada para pengungkap kasus korupsi masih terbilang kecil.

Dalam aturan soal pemberian penghargaan berupa piagam dan premi ini, tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pihak yang membantu membongkar kasus korupsi ditetapkan paling banyak hanya mendapat hadiah sebesar dua permil dari nilai kerugian keuangan negara yang dikembalikan.

Agus berharap, pemerintah merevisi PP Nomor 71 Tahun 2000 itu untuk meningkatkan jumlah hadiah yang diberikan kepada pihak yang membantu KPK.

"Mudah-mudahan kalau disebarluaskan apalagi peraturan pemerintah bisa beri reward lebih besar itu dampaknya pemberantasan korupsi lebih masif," harapnya.

Sejauh ini, Agus berujar, pihaknya baru memberikan hadiah kepada dua orang. Masong-masing menerima Rp75 juta. 

"Sudah beri 2 kali, Rp75 juta untuk satu pelapor. Tapi kami rasa belum menarik banyak pelapor untuk melaporkan. Kami sadar hadiahnya terlalu kecil. Kalau kami bisa dorong lebih baik lagi, semoga pelapor makin banyak," ujarnya. 

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)