logo rilis
KPK Dikabarkan Gelar OTT di Tulungagung dan Blitar
Kontributor
Tari Oktaviani
06 Juni 2018, 23:28 WIB
KPK Dikabarkan Gelar OTT di Tulungagung dan Blitar
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). FOTO: RILIS.ID/Ridwan

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Adapun kali ini, operasi tersebut dilakukan di dua daerah di Jawa Timur. Menurut sumber internal KPK dua daerah tersebut yakni, Tulungagung dan Blitar.

"Ya betul, tadi sore (tim penindakan) masih di Tulungagung dan Blitar," kata sumber internal penegak hukum KPK saat dikonfirmasi awak media, Rabu (6/6/2018).

Tim penindakan KPK didampingi oleh Polres setempat. Sejumlah pihak yang diduga turut diamankan dalam OTT masih berada di Polres setempat untuk menjalani pemeriksaan awal.

"Di dampingi pihak Polres," ungkapnya.

Diduga, sejumlah pihak diamankan. Namun belum diketahui siapa saja yang terjaring operasi tersebut. Juru Bicara KPK maupun pim‎pinan belum dapat dikonfirmasi terkait kabar ini.

Diketahui, KPK kerap melakukan OTT. Terakhir, Bupati Purbalingga Tasdi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan, Tasdi sempat mengancam untuk memecat Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Purbalingga, Hadi Iswanto jika tidak membantu pihak swasta, Librata dan Hamdani dari PT Sumber Bayak Kreasi untuk menang dalam lelang proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap 2.

Adapun Ancaman ini dilakukan Tasdi dalam pertemuan di sebuah rumah makan sekitar awal Mei 2018. Tasdi mengancam karena telah menerima suap Rp 100 juta dari Hamdani, Librata dan Ardirawinata untuk memenangkan PT Sumber Bayak Kreasi dalam lelang proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap 2. Adapun suap ini diduga merupakan bagian dari commitment fee sebesar 2,5 persen dari nilai proyek senilai Rp 22 miliar. 

"Pada awal Mei 2018, diketahui terjadi pertemuan di sebuah rumah makan. TSD (Tasdi) diduga mengancam akan memecat HIS (Hadi Iswanto) jika tak membantu LN (Librata Nababan)," kata Agus, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Lalu, setelah memastikan bahwa PT Sumber Bayak Kreasi akan menang, Tasdi pun meminta commitment fee sebesar Rp 500 juta pada pertengahan Mei 2018,

"Tanggal 26 Mei 2018, PT SBK (Sumber Bayak Kreasi) ditetapkan sebagai pemenang lelang ulang proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahun 2018," paparnya. 

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)