logo rilis
KPK Dengarkan Sejumlah Masukan Ahli untuk Tindaklanjuti Praperadilan Century
Kontributor
Tari Oktaviani
17 April 2018, 16:23 WIB
KPK Dengarkan Sejumlah Masukan Ahli untuk Tindaklanjuti Praperadilan Century
Agus Rahardjo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mencermati putusan pra peradilan, yang meminta mantan Wakil Presiden Boediono menjadi tersangka baru dalam kasus Bank Century.

Tak tanggung-tanggung, KPK juga mendengarkan masukan dari para ahli dalam menafsirkan putusan itu.

"Kita juga mendengarkan masukan ahli-ahli mengenai putusan pengadilan praperadilan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di sela-sela acara PPATK, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Agus membantah pihaknya diam saja dalam merespon putusan itu. Menurut Agus, Pimpinan sudah meminta para  penyidik dan jaksa mencermati putusan mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulya.

Pasalnya, nama Boediono cs masuk ke pertimbangan hakim dalam keterlibatan pihak-pihak lain.

"KPK sedang mengkaji itu. Kita menugaskan penyidik dan jaksa untuk mendalami itu. Mudah-mudahan dalam waktu yang dekat kita akan mendapat masukan," terangnya.

Agus berujar, setidaknya dalam minggu ini Pimpinan KPK sudah mendapatkan masukan terkait putusan praperadilan tersebut, untuk kemudian menjadi bahan pertimbangan apakah KPK perlu menindak Boediono atau tidak.

Namun yang jelas, ia menegaskan, bila alat bukti sudah cukup KPK tak akan segan menersangkakan mantan Wapres itu.

"Jadi kita akan mendengarkan masukan dari temen-temen penyidik dan penuntut untuk mendalami itu. Nanti minggu ini kita akan mendapatkan itu. Pada prinsipnya KPK kan kalau cukup alat buktinya kan selalu di follow up," tegasnya.

Sebelumnya, Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait kasus dugaan korupsi dana talangan/bailout Bank Century‎.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya akan menyerahkan salinan putusan praperadilan dari PN Jaksel kepada KPK secepatnya. Ia pun berharap agar KPK segera menuntaskan kasus ini dengan menetapkan tersangka baru.

"Atas dikabulkannya gugatan praperadilan yang diajukan MAKI lawan KPK dalam kasus korupsi Century, maka tidak ada alasan lagi KPK untuk tidak menetapkan tersangka baru dalam kasus Century," jelas Boyamin di Jakarta.

Dalam kasus ini, setelah terdakwa Budi Mulya divonis bersalah sejak dua tahun lalu dalam perkara Century, hingga kini KPK belum menetapkan tersangka baru. MAKI kemudian mengajukan gugatan praperadilan melawan KPK terkait kasus Century hingga tiga kali agar KPK menetapkan tersangka baru.

Perkara ini memang kerap menyeret beberapa nama pejabat penting negara kala itu. Seperti pernah disebut dalam dakwaan Budi Mulya, mereka di antaranya ‎Boediono, Muliaman D Hadad, Hartadi, Miranda Goeltom, dan Raden Pardede.

Editor: Taufiqurrohman


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)