logo rilis
KPK Dalami Suap Bupati Purbalingga yang Kabarnya untuk Kepentingan Partai
Kontributor

20 September 2018, 11:15 WIB
KPK Dalami Suap Bupati Purbalingga yang Kabarnya untuk Kepentingan Partai
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mendalami dugaan aliran dana suap Bupati Purbalingha Tasdi, mengalir ke beberapa oknum tertentu. Di antaranya, ada indikasi untuk kegiatan partai.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, pemeriksaan kepada para saksi dalam penyidikan kasus ini masih akan terus dilakukan.

"Dalam kasus ini kami memang menelusuri adanya dugaan aliran dana ya tadi. Kepada siapa dugaan aliran dana itu belum bisa kami sampaikan saat ini," katanya, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Kendati begitu Febri enggan merinci kemana aliran dana hasil korupsi itu pergi. Pasalnya, sejauh ini hal tersebut masih menjadi perkara penyidikan yang tidak bisa diumumkan ke publik.

Terpenting, Febri mengingatkan agar pihak pihak yang merasa menerima dana dari Tasdi untuk segera mengembalikannya pada KPK.

"Kami juga mengingatkan mengimbau kalau memang ada pihak-pihak yang menerima aliran dana sebelumnya untuk mengembalikan," ujar Febri.

Hal ini tentu akan diperhitungkan sebagai faktor yang meringankan, sebelum ada operasi tangkap tangan KPK. 

Sebelumnya, usai diperiksa di gedung KPK kemarin, Bupati Pubalingga Tasdi mengungkapkan bahwa uang suap yang ia terima digunakan untuk kepentingan partai, yakni PDI Perjuangan pada Pilgub Jawa Tengah.

"Iya (untuk) kegiatan Pilgub Jawa Tengah," kata Tasdi usai diperiksa KPK, Jakarta, Rabu (19/8/2018).

Dalam kasus ini KPK menduga Tasdi menerima uang suap Rp100 juta dari proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center melalui Hadi Iswanto. 

Uang suap Rp100 juta tersebut diduga bukanlah suap keseluruhan. Sebab, commitment fee yang dijanjikan Hamdani Kosen, Librata Nababan, Adirawinata Nababan sebesar 2,5 persen dari nilai proyek.

Proyek PIC merupakan yang dikerjakan selama tiga tahun, yakni 2017-2019, dengan total nilai 77 miliar. 

Pada 2017, Purbalingga Islamic Center menghabiskan dana sekitar Rp12 miliar, lalu di tahun ini proyek tersebut memakan anggaran sebesar Rp22 miliar, sedangkan pada 2019 telah dianggarkan sebesar Rp43 miliar.‎‎‎

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID