logo rilis
KPK Belum Cocok dengan Pengganti Aris Budiman
Kontributor
Tari Oktaviani
04 April 2018, 08:36 WIB
KPK Belum Cocok dengan Pengganti Aris Budiman
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mendapatkan Direktur Penyidikan yang sesuai kriteria. Dari beberapa calon yang lolos hingga seleksi akhir, rupanya belum ada sosok yang tepat menggantikan Aris Budiman.

Oleh karena itu, KPK melakukan seleksi ulang untuk mengisi posisi Direktur Penyidikan KPK itu. 

"(Calon) Dirdik mungkin bisa dilakukan pengulangan, karena kami belum menemukan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Menurut Agus, meskipun para calon yang mendaftarkan diri ke KPK merupakan pejabat Polri dan Kejaksaan bahkan dari internal KPK itu sendiri, namun hingga saat ini Agus berujar Pimpinan belum merasa ada yang pas.

"Tidak ada yang sesuai dengan kompetensi yang kita inginkan. Iya baik dari internal maupun polisi," tuturnya.

Lebih jauh ia mengatakan, pihaknya bakal membuka kembali seleksi posisi Dirdik KPK itu. Agus berharap nama-nama yang didaftarkan memiliki kompetensi sesuai standar KPK dan latar belakang yang baik.

"Ya paling tidak kompetensi ya cukup, background check-nya juga," ujar Agus.

Sebaliknya, terkait dengan Deputi Penindakan, Agus menyampaikan pihaknya sudah mempertimbangkan seseorang dari tiga calon yang tersisa di tahap akhir. Hal ini diputuskan dari tahap wawancara dengan pimpinan KPK.

"Tes kemarin sudah kami lakukan, kelihatannya deputinya sudah kami temukan, sudah mendapatkan dari hasil tes itu," kata Agus.

Agus belum mau mengungkapkan siapa yang akan dipilih pimpinan KPK dari ketiga nama tersebut. Dia menyebut masih membahas lebih lanjut ketiga nama calon Deputi Penindakan yang telah mengikuti tes wawancara dengan pimpinan KPK.

Adapun ketiga orang calon Deputi pendindakan KPK adalah Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Firli, Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Pidana Khusus Kejaksaan Agung Wisnu Baroto, dan Jaksa Witono.

"Ya tunggu aja," ujarnya.

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)